“Hotel-hotel di luar area G-20 pun ikut mengalami peningkatan. Tadinya tamu reguler yang ingin menginap di Nusa Dua Area tapi Karena sudah full dan di block untuk para delegasi. Sekarang mereka (tamu reguler) beralih ke daerah Jimbaran, Kuta dan Sanur, bahkan ada Ubud,” paparnya.

Ia pun optimis, jika penyelenggaraan KTT G-20 di Bali mampu berjalan dengan sukses maka pada tahun 2023, pariwisata Bali akan pulih sebagaimana dalam kondisi normal.