KTT G-20, Ajang Promosi Gratis dan Percepat Pemulihan Ekonomi Bali
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Penunjukan Bali sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 telah mempercepat proses pemulihan ekonomi Bali sejak Pandemi Covid-19.
Disamping meningkatkan kunjungan wisatawan, penyelenggaraan KTT G-20 yang sukses bisa menjadi ajang promosi gratis Bali di mata Internasional.
Hal tersebut terungkap dalam diskusi publik forum Cipayung Plus se-Bali, bertempat di Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Senin (07/11/2022).

Kepala Seksi Promosi, Ketut Yadnya Winarta, mengatakan bahwa rangkaian KTT G-20 sejak Desember 2021 sampai puncaknya 15-16 November 2022 telah membawa dampak peningkatan kunjungan ke Bali.
“Dari 150-an pertemuan itu, 75 persen lebih dilakukan di Bali. Sebagian ada di Sumatera, Bangka Belitung, dan di banyak tempat. Untuk itu sebetulnya dampaknya sudah dapat dirasakan dari Desember 2021 sampai sekarang,” terangnya
Lebih lanjut, setiap rangkaian pertemuan KTT G-20, katanya, pasti mendatangkan delegasi negara anggota. Sebagai contoh pertemuan tingkat Menteri negara G-20, setidaknya, akan mendatangkan ratusan delegasi.
“Setiap event pasti akan berdampak pada ekonomi. Hal ini karena ada kegiatan yang melibatkan akomodasi, transportasi, konsumsi, dan ada hal-hal lain pendukung dari event itu. Jadi inilah dampaknya secara langsung dan ini berlangsung setiap event,” terangnya.
Jika Bali berhasil melaksanakan kegiatan puncak KTT G-20 dengan aman, nyaman dan sukses, tambahnya, akan mengangkat citra Bali di mata Internasional, dan menjadi media promosi gratis.
“Bahwa Bali adalah sebuah daerah yang aman, nyaman untuk melaksanakan kegiatan sekaligus menjadi tempat yang aman, nyaman untuk melaksanakan liburan. ,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Badung, IGAN Rai Surya Wijaya, mengatakan bahwa penyelenggaraan KTT G-20 di Bali telah berdampak pada penyerapan tenaga kerja pariwisata yang sebelumnya harus dirumahkan akibat pandemi Covid-19.
Menurutnya penyerapan tenaga kerja tersebut seiring dengan naiknya tingkat kunjungan wisatawan ke Bali. Data terakhir yang dihimpun oleh pihaknya menunjukan bahwa kedatangan Internasional sudah menyentuh angka 14.000 wisatawan.
“Biasanya 10.000 tapi sekarang kembali Naik. Ini sudah di angka yang hampir normal. Jumlah penerbangan pun sudah 27 airline yang datang langsung ke Bali,” katanya.
Lebih lanjut, tingkat kunjungan yang naik ini, terangnya, berpengaruh pada tingkat hunian hotel, khususnya pada puncak KTT G-20 jumlah okupansi hotel di Bali semakin meningkat. Bahkan di kawasan Nusa Dua yang menjadi lokus puncak kegiatan jumlah keterisian kamar sudah hampir penuh.
“Hotel-hotel di luar area G-20 pun ikut mengalami peningkatan. Tadinya tamu reguler yang ingin menginap di Nusa Dua Area tapi Karena sudah full dan di block untuk para delegasi. Sekarang mereka (tamu reguler) beralih ke daerah Jimbaran, Kuta dan Sanur, bahkan ada Ubud,” paparnya.
Ia pun optimis, jika penyelenggaraan KTT G-20 di Bali mampu berjalan dengan sukses maka pada tahun 2023, pariwisata Bali akan pulih sebagaimana dalam kondisi normal.

Tinggalkan Balasan