Jika Bali berhasil melaksanakan kegiatan puncak KTT G-20 dengan aman, nyaman dan sukses, tambahnya, akan mengangkat citra Bali di mata Internasional, dan menjadi media promosi gratis.

“Bahwa Bali adalah sebuah daerah yang aman, nyaman untuk melaksanakan kegiatan sekaligus menjadi tempat yang aman, nyaman untuk melaksanakan liburan. ,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Badung, IGAN Rai Surya Wijaya, mengatakan bahwa penyelenggaraan KTT G-20 di Bali telah berdampak pada penyerapan tenaga kerja pariwisata yang sebelumnya harus dirumahkan akibat pandemi Covid-19. 

Menurutnya penyerapan tenaga kerja tersebut seiring dengan naiknya tingkat kunjungan wisatawan ke Bali. Data terakhir yang dihimpun oleh pihaknya menunjukan  bahwa kedatangan Internasional sudah menyentuh angka 14.000 wisatawan. 

“Biasanya 10.000 tapi sekarang kembali Naik. Ini sudah di angka yang hampir normal.  Jumlah penerbangan pun sudah 27 airline yang datang langsung ke Bali,” katanya.

Lebih lanjut, tingkat kunjungan yang naik ini, terangnya, berpengaruh pada tingkat hunian hotel, khususnya pada puncak KTT G-20 jumlah okupansi hotel di Bali semakin meningkat. Bahkan di kawasan Nusa Dua yang menjadi lokus puncak kegiatan jumlah keterisian kamar sudah hampir penuh.