Jalan Shortcut Canggu. (Foto: istimewa)

DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG, BALI – Jalanan legendaris Shortcut Canggu menghubungkan Desa Canggu dan Desa Tibubeneng menjadi salah satu jalan pintas yang sering dilewati baik masyarakat lokal dan bersama wisatawan mancanegara. 

Sebelumnya jalan ini sangat krodit, penuh dengan baliho reklame dan berbahaya lantaran sempit serta berlubang. Tak pelak warga yang melintas dan banyak wisatawan mancanegara dikabarkan mengalami kecelakaan sampai nyemplung ke sawah.

Selain itu, Jalan Shortcut Canggu yang terkenal sampai internasional ini terbilang kecil dan hanya diperbolehkan untuk dilewati kendaraan satu arah, dimana kerap dilanggar banyak pengemudi. Bahkan rambu lalu lintas yang terpasang di sekitar area masuk jalan pun sepertinya tidak begitu dihiraukan. 

Baca juga :  Gubernur Koster Letakkan Batu Pertama Pembangunan Jalan Shortcut Titik 7 dan 8 Singaraja-Mengwitani

Berbeda dengan keadaan sekarang setelah diperbaiki dan dihotmix, Shortcut Canggu kini bisa dilewati kendaraan mobil hanya satu arah, sementara sepeda motor tetap bisa dua arah. Baliho reklame pun kanan kiri sudah tidak.

“Dulunya, setiap siang hingga petang jalan itu macet parah. Terkadang membuat pengendara harus mundur agar bisa bergantian menggunakan jalan. Bahkan pemandangan bule ribut itu sering di sana tidak mau mengalah,” terang I Wayan Surianta selaku Kelian Dinas Tegal Gundul Canggu kepada wartawan, Kamis (28/04).

Baca juga :  Gubernur Koster Letakkan Batu Pertama Pembangunan Jalan Shortcut Titik 7 dan 8 Singaraja-Mengwitani

Wayan Surianta menjelaskan, jalan Shortcut Canggu sudah ada belasan tahun dan baru-baru ini diperbaiki. Itu pun disebut-sebut dari para donatur di tengah masa pandemi Covid-19. “Jalan itu sudah ada 15 tahun lebih. Jelasnya coba tanyakan ke Pak Nengah Lana, beliau tokoh dibalik perbaikan jalan Shortcut selaku Perbekel,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah I Nengah Lana SH, lewat sambungan telepon membenarkan bahwa jalan Shortcut Canggu sudah ada belasan tahun. Ia pun memaparkan bagaimana pihaknya sebagai abdi dari warga Desa Canggu berulang kali menerima keluhan dan masukan sehingga tergerak melakukan langkah perbaikan.

“Saat itu pandemi Covid-19, benar-benar kami berpikir. Awalnya kami panggil pemilik lahan yang berada di pinggiran jalan Shotcut diajak komunikasi. Setelah ada kesepakatan kami bahu-membahu meminta bantuan kepada pemerintah Badung melalui PUPR dan CSR dari perusahaan di sekitaran tempat kami agar sekiranya dapat dibantu. Dan Astungkara niat positif kami berjalan,” ungkap Nengah Lana.

Baca juga :  Gubernur Koster Letakkan Batu Pertama Pembangunan Jalan Shortcut Titik 7 dan 8 Singaraja-Mengwitani

Ia mengatakan terkait jalan Shortcut Canggu – Pererenan dananya itu murni dari CSR. ” Itu murni dari CSR mencapai Rp 600 juta. Dimana banyak donasi saat itu kami dekati  sekiranya dapat membantu Desa Wisata Canggu,” tutup Nengah Lana. (*/sin)