Tim Kejagung dan Kejari Badung Sita Aset Terduga Pelaku Korupsi PT ASABRI
DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG, BALI – Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) dibantu tim Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung melakukan penyitaan aset terduga pelaku tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT. ASABRI (Persero) pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 s.d. 2019.
Dalam penyitaan aset tersebut, Tim Kejari Badung dikomandoi oleh Kepala Seksi (Kasi) Pidsus, Dewa Arya Lanang Raharja, S.H., M.H. Kegiatan penyitaan ini dilakukan dalam rangka penyidikan tindak pidana korupsi yang sedang diusut oleh Kejagung.
Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Badung, I Ketut Maha Agung SH., MH., didampingi Kasi Intel Kejari Badung, I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo SH., dalam siaran persnya, Selasa (8/6).

“Penyitaan aset dilakukan dengan tujuan untuk mengambil alih dan menyimpan di bawah kekuasaan penyidik suatu benda yang berhubungan dengan tindak pidana untuk kepentingan pembuktian tindak pidana korupsi dalam penegakan hukum,” terang Ketut Maha Agung.
Adapun kegiatan penyitaan aset dilakukan berdasarkan adanya Surat Perintah Penyitaan dari JAMPidsus yang menugaskan kepada beberapa jaksa di Kejagung untuk melakukan penyitaan aset.
Berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri Denpasar, pokoknya memberikan izin khusus kepada penyidik untuk melakukan penyitaan terhadap apartemen dengan sertifikat hak seluas 48,23 m2 yang terletak di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Aset apartemen tersebut diduga terkait dalam tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT. ASABRI (Persero) pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 s.d. 2019, yang dilakukan oleh tersangka IWBS.
“Sebelumnya Kejagung dengan bantuan tim dari Kejari Badung telah melakukan pelacakan aset sehubungan dengan penyidikan perkara tindak pidana korupsi PT. ASABRI dan kini dilakukan penyitaan. Konsistensi penanganan perkara tindak pidana korupsi ini adalah bentuk komitmen Kejaksaan RI memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia,” tandasnya. (*/sin)

Tinggalkan Balasan