Launching Tabanan Hub, Sumartana: Jika Jati Diri Budaya Kokoh, Kita Akan Tersohor
DIKSIMERDEKA.COM, TABANAN, BALI – Era kemajuan zaman yang pesat akibat perkembangan teknologi di berbagai bidang kehidupan umat manusia menjadi tantangan tersendiri bagi kita untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal saat berpacu mengejar kesuksesan di dalam kemajuan itu.
Kearifan lokal merupakan hasil peradaban leluhur bernilai tinggi yang harus dipegang teguh sebagai jati diri kita. Tidak akan kuat jika kita terputus dari akar budaya kita. Bahkan kita akan kebingungan, bimbang tak memiliki pijakan.
Demikian disampaikan Staf Ahli Bupati Tabanan Bidang Hukum dan Pemerintahan, Nyoman Sumartana saat menghadiri launching Tabanan Hub, di Dewi Sinta Hotel dan Restauran, Minggu (29/11). Untuk itu, ia mengingatkan agar generasi muda Tabanan selalu menjunjung dan menjaga jati diri budayanya.
Ia berharap, anak muda Tabanan mengapresiasi kearifan lokal seperti aksara, bahasa, seni dan budaya Bali. Apresiasi ini menurutnya penting agar generasi muda tidak tercerabut dari akarnya dalam menghadapi kemajuan zaman.
“Jati diri budaya kita harus pegang teguh, tidak boleh tercerai-berai. Jika jati diri budaya kokoh, kita akan tersohor. Jati diri budaya tercapai, niscaya politik dan kesejahteraan ekonomi akan juga dapat dicapai,” ucapnya dalam sambutannya.
Ia mencontohkan, negara Jepang maju karena memegang kuat akar budayanya, sementara Uni Soviet hancur karena sebaliknya, meninggalkan dan melupakan jati diri dan akar budayanya.
“Tahun 1890 konstitusi Meiji di Jepang berlaku sah tepat hari ini (29 November), diawali Restorasi Meiji, atau reformasi di Indonesia. Diproklamirkan budaya jepang menjadi agama negara,” ujarnya.
“Sementara Reformasi Glasnost Perestroika nya Gorbachev di Uni Soviet (sekarang Rusia), gagal karena tercerabut dari akar budayanya dan Uni Soviet pun bubar,” tuturnya.
Birokrat asal Megati, Tabanan inipun mengapresiasi dan mengingatkan generasi muda pengusaha terhimpun di Tabanan Hub bahwa telah ada Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No 80/2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa dan Sastra Bali.
Ia mengajak agar mengimplementasikannya, dan menjadikan Pergub ini sebagai landasan dalam mengapresiasi kearifan lokal Bali, khususnya bahasa dan aksara Bali, hasil peradaban nenek moyang kita yang luhur.
Bentuk apresiasi itu, misalnya, seperti yang tertuang dalam Pergub 80/2018 tersebut, yakni dengan meletakan aksara Bali pada posisi di atas Bahasa Indonesia dan bahasa asing dalam penulisan nama objek atau dalam kegunaan lainnya.
Lebih jauh, Ia pun memformulasikan upaya apresiatif kearifan lokal Bali dengan istilah ABCD, yakni A untuk Aksara: pasang dimana-mana, B untuk Busana Adat: pakai setiap kesempatan, C untuk Kuliner: produk makanan khas Bali dikedepankan, dan D untuk Dekorasi: dekorasi patung, percandian ini menghidupkan taksu kita.
Orang Tabanan, paparnya lebih lanjut, di era kemajuan teknologi seperti saat ini harus ingat kawitan, agar menjadi kuat. Anak-anak muda Tabanan Hub, ajaknya harus mulai berpikir out of the box (berfikir cerdas), dengan tetap berpijak pada jati dirinya.
“Jadikan pendahulu-pendahulu orang hebat Tabanan sebagai pedoman. Misalnya ada Nyoman Nuarta pematung, Wianta pelukis, Putu Wijaya penyair yang tersohor, bahkan terkenal hingga ke mancanegara,” tandasnya.
Tabanan Hub sendiri adalah wadah kolaborasi komunikasi organisasi sektor bisnis di Tabanan. Visinya Terbentuk jaringan bersama yang lebih kuat dengan untuk mengenalkan dan mengembangkan potensi Tabanan serta sehingga memiliki dampak sosial dan ekonomi.
Untuk itu, perkumpulan bermisi membangun kolaborasi dan komunikasi dengan organisasi yang ada di Tabanan untuk saling mendukung dalam pergerakan pembangunan ekonomi dan sosial. Dan menumbuhkan wirausaha baru setiap desa di Kabupaten Tabanan.
Perkumpulan ini lahir atas inisiasi dan kolaborasi dari 7 asosiasi pengusaha di Tabanan.
Tujuh organisasi tersebut yakni; Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Tabanan, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Tabanan, Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Tabanan, Junior Chamber International (JCI) Tabanan, Bhakta Tabanan, International Council for Small Business (ICSB) Tabanan, Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Tabanan. (dk)

Tinggalkan Balasan