DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Belakangan ini mengemuka berbagai isu yang mengancam keutuhan bangsa. Untuk itu, sosialisasi empat pilar MPR RI menjadi momentum untuk merefleksikan wawasan kebangsaan serta memperkuat persatuan bangsa. Demikian sorot anggota MPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, Kamis (26/11).

Kader PDIP ini mengemukakan kecemasannya saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang berlangsung di Gedung Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Bali, Renon, Denpasar. Selain ditayangkan secara virtual, sosialisasi diikuti langsung oleh 30 anggota Pramuka dan mahasiswa di Denpasar.

Rai Wirajaya mempertanyakan soal bahaya laten komunisme yang terus didengungkan dan dianggap tidak relevan diangkat sebagai sebuah isu. “Komunis sudah hancur berubah liberal. Lihat Korea Utara, bagaimana pula Uni Soviet,” sorotnya.

Baca juga :  Tingkatkan Kapasitas Relawan, Rentin: Pramuka Bali Harus Terdepan Dalam Lakukan Edukasi Prokes

Indonesia disebutnya sebagai suatu negara kesatuan dari Sabang sampai Merauke, dan memiliki keragaman budaya, agama dan kepercayaannya. 

“Jadi jangan mau menang sendiri. Jangan mau di-Suriahkan, jangan seperti Irak. Mari satukan tekad menjaga NKRI, karena NKRI harga mati,” kata Rai Wirajaya berapi-api.

Khusus untuk Bali, Rai Wirajaya mengingatkan agar senantiasa menjaga ideologi bangsa. 

Baca juga :  Pramuka Kwarda Bali Terima Kunjungan Scouts Association of New Caledonia, Prancis

“Ideologi jangan sampai diubah. Ini yang selalu kita ingatkan, apalagi Bali adalah barometer. Bukan untuk Indonesia saja, melainkan barometer dunia. Karena Bali mengajarkan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungannya,” kata Rai Wirajaya.

Jika Indonesia menjadi negara agamis, kata Rai Wirajaya, maka akan kasihan para pendahulu dan pejuang bangsa. Pasalnya leluhur bangsa ini sudah merancang dengan seksama ideologi bangsa. 

“Jadi pemerintah memang perlu mengatur agar tercipta ketertiban. Selain itu agar wibawa tetap jalan sehingga masyarakat bisa saling menjaga satu sama lain,” pungkasnya.

Baca juga :  Bangun Generasi Tangguh, IMO Bali Sambut Baik Sinergi Kwarda Pramuka Bali

Dalam kegiatan ini dua narasumber lain juga dihadirkan yakni Ketut Witarka Yudiata (akademisi) Universitas Ngurah Rai dan I Gusti Ayu Diah Yuniti (akademisi Universitas Mahasaraswati).

Kegiatan yang setahun dilaksanakan enam kali ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan sehingga peserta pun dibatasi hanya 30 orang.

Sementara itu Ketua Kwarda Bali Made Rentin menyambut gembira dilakukannya sosialisasi empat pilar. “Meskipun pandemi, kita tidak boleh kendor tetap menjaga empat pilar ini, salah satunya ya melalui sosialisasi,” ujar Rentin. (*/sin)