DIKSIMERDEKA.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyambut baik pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang beberapa waktu lalu mengumumkan bahwa pihaknya tidak lagi menganjurkan penerapan lockdown (penutupan) untuk pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Dilansir dari Nypost, Trump bahkan menganggap bahwa WHO mengakui dirinya benar karena selama ini menolak untuk melakukan lockdown. Hal tersebut diungkapkan saat rapat umum besar di Sanford, Florida, pada hari Senin (12/10). 

“Organisasi Kesehatan Dunia, apakah Anda melihat apa yang terjadi? Mereka keluar beberapa saat yang lalu dan mereka mengakui bahwa Donald Trump benar,” kata Trump yang baru saja pulih dari Virus Corona.

Baca juga :  Bikin Si Miskin Makin Miskin, WHO Tak Lagi Anjurkan "Lockdown"

“Penguncian membuat kerusakan yang luar biasa pada negara-negara bagian yang dikelola Demokrat di mana mereka dikunci, ditutup. Tingkat bunuh diri, tingkat narkoba, alkoholisme, kematian dalam berbagai bentuk. Anda tidak bisa melakukan itu,” kata Trump.

Trump bahkan mengecam sikap kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden karena pada Agustus mengatakan bahwa dia akan berusaha untuk memberlakukan kembali pembatasan yang keras jika para ilmuwan menyarankannya.

“Biden akan menghentikan pemulihan kami, menunda vaksin, memperpanjang pandemi, dan memusnahkan ekonomi Florida dengan penguncian yang kejam dan tidak ilmiah – itulah yang ingin dia lakukan, menguncinya, mengunci semua orang,” kata Trump audiensnya.

Baca juga :  Belajar Dari Vidi Aldiano,Kanker Ginjal Kini Serang Gen-Z, Dokter: Jangan Tunggu Gejala!

Diketahui sebelumnya, perwakilan WHO Dr. David Nabarro pada Minggu lalu dalam sebuah wawancara video dengan majalah Spectator mengatakan bahwa tindakan lockdown terbatas hanya boleh digunakan sebagai upaya terakhir.

“Kami di Organisasi Kesehatan Dunia tidak menganjurkan penguncian sebagai cara utama pengendalian virus ini,” kata Nabarro.

“Satu-satunya saat kami yakin bahwa penguncian dapat dibenarkan adalah untuk memberi Anda waktu untuk mengatur ulang, menyusun kembali, menyeimbangkan kembali sumber daya Anda, melindungi petugas kesehatan Anda yang kelelahan, tetapi pada umumnya, kami lebih suka tidak melakukannya,” jelasnya.

Nabarro mengatakan pembatasan yang ketat menyebabkan kerugian yang signifikan, terutama pada ekonomi global. “Penguncian hanya memiliki satu konsekuensi yang tidak boleh kita remehkan, yaitu membuat orang miskin menjadi semakin miskin,” katanya.

Baca juga :  14 Orang Tewas Tiap Jam, TBC Jadi Pembunuh Senyap di Indonesia

Dia menambahkan bahwa penguncian telah berdampak parah, khususnya pada negara-negara yang mengandalkan pariwisata. “Lihat saja apa yang terjadi pada industri pariwisata di Karibia, misalnya, atau di Pasifik karena orang-orang tidak berlibur,” kata Nabarro kepada outlet tersebut.

“Lihat apa yang terjadi pada petani kecil di seluruh dunia. Lihat apa yang terjadi pada tingkat kemiskinan. Tampaknya kita mungkin memiliki dua kali lipat kemiskinan dunia pada tahun depan. Kami mungkin memiliki setidaknya dua kali lipat dari malnutrisi anak,” tandasnya. (*/sin)