DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Dua lokasi di Provinsi Bali yaitu RS Udayana dan Kedokteran Warmadewa akan segera memiliki fasilitas uji SWAB. Alat yang digunakan rencananya akan difasilitasi olah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional.

“Untuk fasilitas uji SWAB di RS Udayana dan Kedokteran Warmadewa akan segera difasilitasi,” ujar Ketua Gugus Tugas Nasional Doni Monardo saat Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan covid-19 bersama Gubernur Bali Wayan Koster lewat video conference, Denpasar, Minggu (3/5) pagi.

Baca juga :  Update Penanggulangan Covid-19 Jumat (12/3): Pertambahan Kasus Sebanyak 197 Orang

Dalam rapat itu, Doni menambahkan akan mendistibusikan alat SWAB secara langsung melalui gugus tugas covid-19 Bali.

“Dukungan untuk peralatan pendukung uji SWAB akan dikoordinasikan dengan gugus tugas daerah untuk segera dilakukan distribusi alat,” ungkap Doni Monardo.             

Selanjutnya, Gubernur Koster didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Bali Dewa Made Indra serta Kepala OPD terkait melaporkan fasilitas penanganan penyebaran virus Covid-19 di Bali. Rapat Koordinasi tersebut diikuti pula Gubernur/Wakil Gubernur se-Jawa-Bali.

Baca juga :  Koster Optimis Ganjar Menang Minimum 92 Persen di Bali

“Fasilitas kesehatan kami di Bali, 13 RS rujukan dengan fasilitas memadai dengan 132 ruang isolasi masih tersedia. Bantuan APD dan masker sampai saat ini masih mencukupi,” kata Gubernur Koster.

Selain itu, ia juga menyampaikan telah menyiapkan fasilitas tambahan dalam uji SWAB di Bali selain di RS Sanglah. Tetapi terkendala dengan kelengkapan peralatan.

Baca juga :  Gubernur Koster: Transaksi Digital Selaras dengan Tatanan Kehidupan Era Baru

“Perlengkapannya sebagian besar sudah tersedia, dan kami mohonkan untuk melengkapi peralatan tersebut,” pungkasnya.

Dilain sisi, ketua DPD PDI P Provinsi Bali itu juga melaporkan focus daerah penanganan yang saat ini sedang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bali.

“Kami laporkan juga di Bali, kami sedang konsen di 3 Kabupaten, yakni di Bangli, Karangasem dan Buleleng karena ada penambahan transmisi lokal lewat para PMI,” ungkapnya. (*/rky)