Mulan Jameela Ditetapkan Sebagai Anggota DPR-RI Terpilih, Gerindra Digugat Calegnya

DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Mulan Jameela sebagai anggota DPR-RI terpilih Partai Gerindra dapil Jabar XI.

Keputusan penetapan Mulan Jameela dan tiga calon legislatif tingkat DPR-RI lainnya sebagai anggota DPR-RI terpilih bedasar pada surat keputusan KPU nomor 341/PL.01.9-Kpt/06/KPU/IX/2019.

Mulan yang meraih suara sebanyak 24,192 terpilih menjadi anggota DPR-RI menggantikan calon terpilih Ervin Luthfi dan Fahrul Rozi yang diberhentikan (dipecat) sebagai anggota Gerindra.

Selain Ervin Luthfi dan Farul Rozi, ada tiga caleg lainnya yang diberhentikan oleh Partai Gerindra yaitu Sigit Ibnugroho Sarasprono, Yusid Toyib dan Steven Abraham.

Baca juga :  Anis Byarwati Beri Catatan Soal Pemulihan Ekonomi Covid-19 Dalam Omnibus Law

Gerindra Digugat Calegnya

Dikutip diksimerdeka dari laman CNN, Yusid merasa tidak pernah melakukan kesalahan dan tidak pernah dipanggil oleh DPP Partai Gerindra terkait pemberhentiannya sebagai anggota Gerindra

“Kami belum pernah dipanggil DPP atau pun Mahkamah Partai, atau saluran apapun sesuai AD/ART partai, terkait hal ini. Ini sungguh mengejutkan,” kata Yusid

Lanjut Yusid, karena merasa tidak terima dengan keputusan Partai Gerindra memberhentikan caleg terpilih sebagai anggota Gerindra, pihaknya akan menggugat Partai Gerindra dan KPU ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Baca juga :  DPR dan Pemerintah Sepakati RUU Bea Meterai Dibawa ke Paripurna

“(Yang digugat) DPP Gerindra dan KPU. Kenapa saya langsung dimatikan? Saya ditulis di keputusan KPU, saya dipecat, diberhentikan. Cuma kan saya nggak pernah dipanggil. Saya nggak mencuri, saya nggak ganggu orang, dan langsung dipecat. Mestinya talak 1 dulu. Ini mahkamah partai nggak pernah manggil, tahu-tahu dipecat. alasannya nggak tahu,” ujar Yusid pada Sabtu (21/9/2019) yang dikutip diksimerdeka dari laman detik.

Baca juga :  Kasus Covid Dilaporkan Mingguan, Dasco: Pemerintah Tak Mau Buat Panik Masyarakat

Yusid bersama caleg terpilih lainnya yang diberhentikan sepihak oleh Partai Gerindra meminta kepada PTUN agar tidak keempat penggati terpilih tersebut agar tidak dilantik karena pihaknya merasa tidak mendapati adanya SK pemberhentian sebagai anggota Partai Gerindra.

“Kalau ke PTUN itu kami meminta jangan sampai dilantik. Kalau dilantik ya percuma juga. Saya nggak ada (minta) kompensasi. Pokoknya karena keputusan sepihak kami diberhentikan (Gerindra) dan saya tidak melihat SK pemberhentian,” ujar Yusid.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button