Dosen Farmasi UNMAS Denpasar Kembangkan Audiobook Edukasi Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Netra
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Tim dosen Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar mengembangkan media edukasi kesehatan berbasis audiobook untuk meningkatkan literasi kesehatan saluran cerna atas bagi penyandang disabilitas sensorik netra. Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di Yayasan Pendidikan Dria-Raba, Denpasar.
Program dipimpin oleh apt. Herleeyana Meriyani, S.Farm., M.Sc., bersama tim yang terdiri atas apt. Dwi Arymbhi Sanjaya, S.Farm., M.Farm.-Klin., apt. Rr. Asih Juanita, S.Farm., M.Farm., dan apt. Nyoman Budiartha Siada, S.Farm., M.Farm.
Ketua tim pengabdian, apt. Herleeyana Meriyani, menjelaskan bahwa penyandang disabilitas sensorik netra masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses informasi kesehatan yang sebagian besar disampaikan melalui media visual. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan rendahnya literasi kesehatan, sehingga meningkatkan risiko keterlambatan dalam mengenali gejala penyakit maupun mencari pertolongan medis.

“Akses terhadap informasi kesehatan yang inklusif merupakan hak setiap individu. Melalui audiobook ini, kami berharap informasi mengenai kesehatan saluran cerna atas dapat diterima dengan lebih mudah sehingga peserta mampu mengenali gejala, melakukan pencegahan, serta memahami langkah swamedikasi yang rasional untuk keluhan ringan,” ujar Herleeyana.
Program ini disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan bersama Yayasan Pendidikan Dria-Raba. Materi edukasi difokuskan pada gangguan saluran cerna atas dengan menggunakan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami. Seluruh materi kemudian dikemas dalam bentuk audiobook agar dapat diakses secara mandiri oleh penyandang disabilitas sensorik netra.

Ketua Yayasan Pendidikan Dria-Raba, Ir. Ida Ayu Pradnyani Manthara, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan yang mudah diakses sangat penting untuk mendorong kemandirian penyandang disabilitas dalam menjaga kesehatannya.

“Penyandang disabilitas sensorik netra harus mampu mandiri, terutama dalam menjaga kesehatan sehari-hari. Kami berharap kegiatan ini membantu mereka memahami cara menjaga kesehatan diri secara mandiri. Ke depan, kami juga berharap edukasi serupa dapat terus dilaksanakan dengan berbagai topik kesehatan lainnya,” katanya.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, tim pengabdian berharap audiobook yang dikembangkan tidak hanya bermanfaat bagi peserta di Yayasan Pendidikan Dria-Raba, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh komunitas penyandang disabilitas sensorik netra sebagai media edukasi kesehatan yang inklusif, mudah diakses, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan