Kebijakan Gubernur Koster Diakui Dunia, Bloomberg Nilai Bali Punya Komitmen Kuat Menuju Net Zero Emission 2045
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Kebijakan pembangunan hijau yang dijalankan Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster mendapat pengakuan dari berbagai lembaga internasional dalam rangkaian London Climate Action Week 2026, 20-25 Juni 2026 di Inggris.
Salah satu pengakuan datang dari Bloomberg Philanthropies, yang menilai Bali memiliki komitmen kuat dan arah kebijakan progresif dalam membangun ekonomi rendah karbon melalui pengembangan energi bersih, transportasi ramah lingkungan, pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, hingga pengembangan sistem pertanian organik.
Lembaga filantropi internasional tersebut juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Provinsi Bali dalam mempercepat penurunan emisi karbon guna mewujudkan target Bali Net Zero Emission 2045, atau 15 tahun lebih cepat dibanding target nasional pada 2060.

“Kami tidak sekadar menyusun visi, tetapi menjalankannya melalui kebijakan yang konkret dan terukur. Komitmen ini kami lakukan demi menjaga alam Bali sekaligus memberikan kontribusi terhadap agenda dunia dalam menghadapi perubahan iklim,” ujar Koster.
Menurut Koster, berbagai pembahasan yang mengemuka dalam London Climate Action Week 2026 menunjukkan bahwa arah pembangunan Bali telah selaras dengan agenda global.
Ia mengatakan, isu-isu yang menjadi perhatian dunia, mulai dari transisi energi bersih, transportasi rendah emisi, pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, hingga pertanian berkelanjutan, selama ini telah menjadi bagian dari Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125.
“Ketika saya mengikuti berbagai forum internasional, saya melihat bahwa apa yang menjadi pembahasan para pemimpin dunia ternyata sudah menjadi arah kebijakan pembangunan Bali. Artinya, Bali berada di jalur yang benar dalam membangun masa depan yang berkelanjutan,” kata Koster.
Selama mengikuti London Climate Action Week 2026, Koster menghadiri berbagai forum bersama para pemimpin dunia, organisasi internasional, pelaku industri, investor, hingga lembaga keuangan global yang membahas strategi menghadapi krisis iklim.
Ia menilai keselarasan antara kebijakan Bali dan agenda pembangunan dunia menjadi modal penting bagi Pulau Dewata untuk memperluas kolaborasi internasional dalam pengembangan energi terbarukan, transportasi hijau, perdagangan karbon, pengelolaan sampah, serta pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Meski demikian, Koster menegaskan keberhasilan pembangunan hijau tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah.
“Yang harus kita lakukan sekarang adalah memastikan seluruh kebijakan ini dijalankan secara konsisten. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan seluruh komponen masyarakat Bali agar cita-cita besar ini benar-benar terwujud demi nindihin Gumi Bali,” ujarnya.
Pengakuan dari Bloomberg Philanthropies dan berbagai forum internasional tersebut semakin memperkuat posisi Bali sebagai salah satu daerah di Indonesia yang dinilai berhasil mengintegrasikan kebijakan publik, kearifan lokal, dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Tinggalkan Balasan