Awasi SPMB, BMPS Bali Ingatkan Sekolah Negeri Tak Boleh Terima Siswa Melebihi Kuota
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk turut mengawasi proses penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Ketua BMPS Bali Made Sumitra Chandra Jaya mengatakan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bali sebelumnya telah berkomitmen menyelenggarakan SPMB secara transparan dan akuntabel.
“Beliau (Kadisdikpora Ida Bagus Wesnawa Putra) sudah menjamin prosesnya akuntabel dan transparan. Jadi tidak lagi ada titipan-titipan, semuanya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Chandra Jaya, Kamis (2/7/2026).

Berdasarkan data SPMB 2026, sejumlah sekolah negeri tercatat menerima pendaftar melebihi kuota daya tampung, khususnya pada jalur prestasi.
SMA Negeri 7 Denpasar, misalnya, mencatat 621 pendaftar untuk kuota 172 siswa. Sementara itu, SMA Negeri 2 Denpasar menerima 362 pendaftar untuk daya tampung 130 siswa, sedangkan SMA Negeri 1 Denpasar menerima 244 pendaftar dengan kuota 172 siswa.
Meski demikian, Chandra Jaya menegaskan Kepala Disdikpora Bali telah memastikan sekolah negeri hanya akan menerima siswa sesuai kapasitas yang ditetapkan.
“Pak Kadis sudah menjamin kepada kami bahwa sekolah negeri akan menerima sesuai daya tampung yang dimiliki, bahkan mungkin di bawah kapasitas,” ujarnya.
Menurut Chandra Jaya, fenomena sekolah menerima siswa melebihi kapasitas kerap dikaitkan dengan praktik “siswa titipan”. Persoalan ini, kata dia, bahkan telah menjadi perhatian serius Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Ada edaran dari KPK yang menyoroti masuknya siswa ke sekolah negeri hingga melebihi kapasitas melalui jalan belakang. Ini yang tidak boleh terjadi,” tegasnya.
Di sisi lain, Chandra Jaya menegaskan sekolah swasta bukanlah kompetitor sekolah negeri, melainkan mitra strategis pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), sejalan dengan visi Gubernur Bali, Wayan Koster.
“Sekolah swasta bukan kompetitor, tetapi mitra pemerintah untuk menampung siswa yang mungkin tidak mendapatkan tempat di sekolah negeri,” katanya.
Ia menambahkan, sekolah-sekolah swasta di Bali saat ini terus berbenah dan meningkatkan kualitas akademik agar mampu bersaing. Bahkan, sejumlah sekolah swasta di Denpasar kini menjadi pilihan favorit masyarakat.
“Memang tidak semua sekolah swasta memiliki kualitas yang sama. Tapi ada beberapa yang sangat bagus, seperti Santo Yoseph yang bahkan sudah kelebihan pendaftar sejak November, lalu juga Taman Rama,” ujar Chandra Jaya.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan