Masuki High Season Okupansi Hotel di Bali Terdongkrak Tembus 72 Persen
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Masuki musim liburan sekolah dan musim panas, tingkat hunian hotel di Bali mulai terdongkrak. Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat rata-rata okupansi hotel pada pertengahan Juni 2026 telah mencapai 72 persen, naik dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya mengatakan saat ini pemerintah dan pemangku kepentingan dibidang pariwisata telah melakukan berbagai langkah antisipatif menghadapi peningkatan kunjungan memasuki masa high season.
Sumarajaya menyebutkan dari sisi layanan amenitas, hotel, vila, restoran, dan daya tarik wisata dikatakan telah memadai untuk menyambut wisatawan.

Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, pelaku industri pariwisata, asosiasi pariwisata, serta aparat keamanan untuk memastikan kenyamanan, keamanan, kebersihan, dan kelancaran mobilitas wisatawan di berbagai destinasi unggulan Bali.
“Periode Juni hingga Juli memang merupakan salah satu musim puncak kunjungan wisatawan ke Bali, baik dari pasar domestik maupun mancanegara, sehingga kami optimis Bali siap memberikan pengalaman berwisata yang aman, nyaman, berkualitas, dan berkelanjutan,” terangnya saat dikonfirmasi, Selasa (22/06/2026).
Lebih jauh, Sumarajaya mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan pelaku industri pariwisata dan asosiasi perhotelan, tingkat pemesanan hotel dan akomodasi menjelang liburan sekolah menunjukkan tren yang positif.
Berdasarkan hasil kordinasi denganPHRI Bali, dinas pariwisata memperkirakan okupansi hotel pada periode puncak JuniāJuli 2026 dapat meningkat sekitar 10- 12 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Sumarajaya mengatakan data Okupensi sementara dari beberapa hotel berbintang selama seminggu terakhir ini juga menunjukkan bahwa kinerja perhotelan pada awal liburan sekolah ini masih berada pada level yang cukup baik.
Ia mengatakan rata-rata sementara tingkat hunian hotel tercatat sebesar 72,28% atau lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 64,66%.
“Kami melihat permintaan tidak hanya datang dari wisatawan mancanegara, tetapi juga wisatawan nusantara yang memanfaatkan momentum libur sekolah,” ujarnya.
Adapun Sumarajaya menyebutkan rata-rata kunjungan wisatawan mancanegara perhari sekitar 21 ribu, dan wisatawan Nusantara sekitar 26 ribu.
“Kami memperkirakan tingkat hunian hotel akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada akhir Juni dan Juli, khususnya di kawasan destinasi utama seperti Badung, Denpasar, Gianyar, Karangasem dan sekitarnya,” terangnya.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan