BPS Bali Terjunkan 3.200 Petugas, Koster Resmi Awali Sensus Ekonomi 2026
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Bali resmi dimulai. Gubernur Bali, Wayan Koster, menjadi responden perdana yang didata oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali di Jayasabha, Denpasar, Senin (8/6/2026). Pada kesempatan tersebut, Gubernur Koster juga mengajak seluruh krama Bali untuk berpartisipasi dan memberikan data yang akurat guna mendukung perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Usai menjalani pendataan dan penempelan tanda Sensus Ekonomi 2026, Koster menegaskan pentingnya kejujuran masyarakat dalam memberikan data kepada petugas sensus.
“Dalam rangka pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, titiang sudah memenuhi kewajiban memberikan data dengan fakta yang baik, jujur dan benar, supaya data yang diperoleh dari hasil sensus ini betul-betul merupakan data akurat, bisa dimanfaatkan BPS untuk kepentingan perencanaan pembangunan ekonomi di Indonesia, terutama sekali di Provinsi Bali,” ujarnya.
Sebagai Gubernur sekaligus warga Bali, Koster mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk menerima petugas sensus serta memberikan data sesuai kondisi sebenarnya.
“Titiang nunas, ngiring sarengin Sensus Ekonomi 2026 ini agar berjalan dengan baik, lancar, dan sukses dengan memberikan data sesuai fakta, agar data yang diperoleh dari semua masyarakat Bali betul-betul akurat, bisa menjadi gambaran nyata untuk perencanaan pembangunan Indonesia dan Bali pada khususnya,” katanya.
Koster juga berharap BPS Provinsi Bali dapat mengembangkan instrumen sensus yang memperhatikan karakteristik ekonomi Bali yang lebih dari 65 persen ditopang sektor pariwisata. Menurutnya, hasil sensus dapat menjadi momentum untuk mengukur capaian program Ekonomi Kerthi Bali yang bertumpu pada enam sektor unggulan, yakni pertanian, kelautan dan perikanan, industri, IKM-UMKM dan koperasi, ekonomi kreatif dan digital, serta pariwisata berbasis budaya.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menyampaikan bahwa Gubernur Wayan Koster menjadi responden perdana Sensus Ekonomi 2026 di Bali.
“Astungkara, Bapak Gubernur Bali sudah berkenan menyampaikan datanya kepada petugas sensus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali bertujuan memotret struktur dan peta ekonomi Indonesia sebagai dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan. Di Bali, sebanyak 3.200 petugas sensus telah diterjunkan ke seluruh kabupaten/kota.
Selain mendata rumah tangga, BPS juga akan melakukan pendataan terhadap lebih dari 640 ribu unit usaha yang tersebar di Bali. Hasil sensus tersebut nantinya akan diolah secara nasional dan direncanakan dapat dirilis sekitar satu tahun setelah proses pendataan selesai.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Wayan Koster atas dukungannya terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Bali,” kata Agus.

Tinggalkan Balasan