DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Wisatawan asal India menjadi penyumbang wisatawan mancanegara (Wisman) terbesar kedua ke Bali pada April 2026, menggeser Tiongkok yang manjadi salah satu pasar utama Pulau Dewata.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali menunjukkan sebanyak 46.513 wisatawan India berkunjung ke Pulau Dewata pada April, melampaui wisatawan asal Tiongkok yang tercatat 44.447 kunjungan. Adapun Australia masih menempati posisi teratas dengan 146.414 kunjungan wisatawan.

Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan mengatakan secara keseluruhan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada April 2026 mencapai 553.328 kunjungan.

Angka tersebut meningkat 17,21 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencatatkan 472.930 kunjungan.

“Sebagian besar wisatawan masuk melalui jalur udara dengan 552.961 kunjungan, sementara 367 kunjungan tercatat melalui pintu masuk laut,” terang Agus saat konfrensi pers di Kantor BPS, Selasa (02/06/2026).

Baca juga :  Indikator Makro Pencapaian Pembangunan 2025: Bali Ungguli Jawa Barat

Selain Australia, India, dan Tiongkok, lima besar negara asal wisatawan yang datang ke Bali pada April 2026 ditempati Inggris dengan 24.248 kunjungan dan Amerika Serikat sebanyak 23.986 kunjungan.

Meski India berhasil menempati posisi kedua, pertumbuhan tertinggi secara bulanan justru dicatatkan wisatawan asal Prancis. Jumlah kunjungan wisatawan Prancis meningkat 82,67 persen dibandingkan Maret 2026, menjadi yang tertinggi di antara 10 negara penyumbang wisatawan terbesar ke Bali.

Namun demikian, lonjakan kunjungan pada April belum mampu mendongkrak kinerja kumulatif Bali sepanjang tahun ini. Pada periode Januari hingga April 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 2.019.892 kunjungan atau turun 1,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga :  Inflasi Desember 2023 di Denpasar Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Sepanjang empat bulan pertama 2026, Australia masih menjadi pasar utama pariwisata Bali dengan total 500.493 kunjungan wisatawan.

Posisi ini menunjukkan ketergantungan Bali terhadap pasar Australia masih cukup besar meski mulai muncul pergeseran komposisi wisatawan dari negara-negara lain, termasuk India.

Agus Hendrayana mengatakan peningkatan kunjungan wisatawan asing turut berdampak pada sektor akomodasi. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Bali pada April 2026 tercatat sebesar 57,94 persen, naik 5,40 poin dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 52,54 persen.

“Kenaikan tertinggi terjadi pada hotel bintang satu yang meningkat 10,81 poin secara bulanan,” terangnya.

Dibandingkan April tahun lalu, tingkat hunian hotel berbintang juga meningkat 0,71 poin. Peningkatan tertinggi secara tahunan tercatat pada hotel bintang lima yang naik 3,08 poin.

Baca juga :  Denpasar Alami Inflasi, Kelompok Ini Jadi Penyumbang Terbesar

Selain okupansi yang membaik, rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang juga meningkat. Pada April 2026, rata-rata lama menginap tamu tercatat 2,87 malam, naik dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 2,83 malam.

Wisatawan asing tercatat menginap lebih lama, yakni rata-rata 3,11 malam, sedangkan wisatawan domestik menginap rata-rata 2,42 malam.

Di sisi lain, jumlah perjalanan wisatawan nasional yang datang melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa justru mengalami penurunan. Pada April 2026 tercatat 23.384 perjalanan wisatawan nasional, turun 50,19 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 46.495 perjalanan.

Reporter: Agus Pebriana