DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan menulis buku berjudul ‘100 Tahun Pariwisata Budaya Bali’ yang ditargetkan diluncurkan pada 2027. Buku ini disusun untuk merekam perjalanan sejarah pariwisata Bali sejak mulai berkembang pada awal abad ke-20 hingga saat ini.

Hal tersebut diungkap Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali Ketut Wica.

Wica mengatakan pada awalnya, rencana penyusunan buku tersebut berangkat dari audensi yang dilakukan Puri Ubud ke Gubernur Bali Wayan Koster. Dalam audensi itu dibahas rencana memperingati 100 tahun pariwisata Ubud.

Namun, Wica mengungkapkan rencana itu lalu diperluas dari momentum peringatan pariwisata Ubud menjadi peringatan 100 tahun pariwisata budaya Bali.

Baca juga :  Wapres ke-9 Wafat, Pemprov Bali Imbau Kibarkan Bendera Setengah Tiang

“Awalnya ada usulan memperingati 100 tahun pariwisata Ubud, tapi kami melihat bukan hanya Ubud, melainkan Bali secara keseluruhan. Karena memang awal geliat pariwisata budaya Bali berangkat dari Ubud,” kata Wica.

Menurutnya, tonggak sejarah yang digunakan sebagai titik awal sejarah pariwisata budaya Bali adalah kedatangan seniman asal Jerman, Walter Spies, ke Ubud pada 1927.

Walter Spies diketahui datang ke Bali atas undangan keluarga Puri Ubud dan kemudian menetap di sana. Kehadirannya disebut memberi pengaruh besar terhadap promosi seni dan budaya Bali ke dunia internasional.

Baca juga :  Kejati dan Pemrov Bali Tandatangani MoU Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial

“Dari kajian sejarah itu, kami melihat kedatangan Walter Spies pada 1927 bisa menjadi titik awal 100 tahun pariwisata budaya Bali,” ujarnya.

Selain menyoroti era Ubud, buku tersebut juga akan mengulas sejarah awal kedatangan wisatawan ke Bali melalui Buleleng. Dalam catatan sejarah, wisatawan yang datang kala itu diterima masyarakat lokal, dijamu, hingga diberi cenderamata.

“Itu menjadi bagian awal bagaimana interaksi wisata mulai tumbuh di Bali,” kata Wica.

Wica mengatakan penyusunan buku melibatkan sejumlah akademisi lintas disiplin dan dikoordinasikan oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.

Baca juga :  Sejumlah Event Tandai Kesiapan Bali Memasuki Tatanan Hidup Era Baru

Ia mengatakan tim penulis diketuai mantan Kepala Dinas Kebudayaan Bali sekaligus mantan Rektor ISI Bali, Prof I Wayan Kun Adnyana.

Wica mengatakan proses penulisan saat ini sudah berjalan. Ia mengatakan saat ini BRIDA tengah mengevaluasi proposal dan kerangka penulisan yang diajukan tim akademisi.

“Proses penulisan sudah mulai. Sekarang kami mengecek kembali proposal yang disetorkan apakah sudah sesuai dengan muatan dan kerangka acuan yang kami inginkan,” ujarnya.

Buku tersebut ditargetkan rampung dan diluncurkan pada 2027 bertepatan dengan momentum satu abad pariwisata budaya Bali.

Reporter: Agus Pebriana