DIKSIMERDEKA.COM, KARANGASEM – Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih berlangsung khidmat pada Kamis (2/4/2026). Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan seluruh rangkaian upacara hingga 23 April harus berjalan tertib, lancar, dan penuh kesucian.

Untuk mendukung kelancaran karya suci tersebut, Pemerintah Provinsi Bali mengalokasikan dana sebesar Rp3,2 miliar. Dukungan ini diharapkan mampu menunjang pelaksanaan upacara agar berlangsung optimal serta memberikan kenyamanan bagi seluruh pemedek yang tangkil ke Besakih.

Baca juga :  Kungker ke Bali, Ketua DPR RI: Saya Akan Ikut Kawal RUU Provinsi Bali

“Karya IBTK ini harus berjalan tertib dan khidmat. Semua pihak harus menjaga kesucian, ketertiban, dan kebersihan kawasan pura,” ujar Koster.

Selain memastikan kelancaran upacara, Koster juga memaparkan perkembangan penataan kawasan suci Besakih yang dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama yang rampung tahun 2022, pemerintah telah menggelontorkan anggaran Rp800 miliar untuk pembangunan fasilitas umum, area parkir Manik Mas, pusat UMKM, dan sarana penunjang lainnya.

Memasuki tahap kedua yang saat ini berjalan, penataan difokuskan pada 26 titik pelinggih dengan anggaran Rp203 miliar dari APBD Bali. Penataan ini bertujuan menjaga keseragaman arsitektur, memperkuat estetika, serta mempertahankan keaslian kawasan suci Besakih.

Baca juga :  Hadiri Munas Peradi SAI, Gubernur Usulan Program 'Satu Desa Satu Advokat'

Selanjutnya, tahap ketiga yang akan dimulai pada 2026 mencakup penataan akses jalan dari arah Klungkung dan Bangli. Studi perencanaan dimulai tahun ini, dengan target pembangunan fisik pada 2028 dan penyelesaian pada 2030 guna mengurai kemacetan menuju kawasan Besakih.

Koster juga mengungkapkan bahwa Badan Pengelola Besakih yang baru dibentuk telah mencatat pendapatan sebesar Rp14,5 miliar pada 2025. Pendapatan tersebut dimanfaatkan kembali untuk mendukung pembiayaan upacara serta meningkatkan kesejahteraan desa adat setempat.

Baca juga :  Koster dan Kejati Bali Percepat Layanan Akta Kelahiran bagi Anak Terlantar

“Pengelolaan ini harus berkelanjutan, hasilnya dikembalikan untuk kepentingan upacara dan kesejahteraan masyarakat adat,” tambahnya.

Puncak karya IBTK tahun ini dipuput oleh 33 sulinggih perwakilan dari seluruh Bali. Pemerintah mengajak seluruh pemedek untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan, dan kesucian Pura Agung Besakih selama rangkaian upacara berlangsung.