Gubernur Bali Wayan Koster. (Foto: istimewa)

DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Perayaan Tumpek Uye secara serentak di seluruh Bali yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Bali pada hari Sabtu (29/01/2022) berjalan secara lancar dan sukses. Penyelenggaraan perayaan Rahina Tumpek Uye yang pertama kali secara melembaga ini mendapatkan apresiasi dari seluruh lapisan masyarakat Bali. 

“Selama ini, Perayaan Rahina Tumpek Uye hanya dilakukan oleh masyarakat dan belum menjadi kebijakan pemerinta. Oleh sebab itu, kegiatan-kegiatan dalam rangkaian Perayaan Rahina Tumpek Uye sangat marak dipublikasikan di berbagai media, baik media cetak, elektronik, dan bahkan viral di sosial media. Saya sebagai gubernur mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas partisipasi seluruh komponen masyarakat Bali dalam perayaan Rahina Tumpek Uye,” ungkap Gubernur Bali I Wayan Koster dalam keterangan persnya, Selasa (8/02).

Dalam perayaan rahina Tumpek Uye yang dipusatkan di Danau Buyan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster hadir didampingi oleh Ketua DPRD Provinsi, Sekda Provinsi Bali, Pimpinan Perangkat Daerah beserta staf, dan seluruh masyarakat di sekitar danau Buyan.  

Baca juga :  KPK Apresiasi Capaian Kinerja Pemberantasan Korupsi Provinsi Bali

Kegiatan tersebut diawali dengan Upacara Danu Kerthi dan Otonan Sarwa Wewalungan yang dipuput oleh Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pamayun, yang kemudian dilanjutkan dengan sembahyang bersama, pelepasan ikan, burung, satwa, vaksinasi anjing ras Bali, dan diakhiri dengan membersihkan sampah plastik di sekitar danau Buyan.

Selain dipusatkan di Danau Buyan, Wali Kota/ Bupati juga dikatakan memimpin perayaan Rahina Tumpek Uye di daerahnya masing-masing. Buleleng di danau Tamblingan, Tabanan di danau Beratan, Bangli di danau Batur, Jembrana di Dam Palasari, Karangasem di Tukad Telaga Waja, Gianyar di Empelan Pejeng, Denpasar di DAM Oongan, sedangkan Badung diwakili Sekda Badung memimpin kegiatan di Hutan Gunung Mangu.

Selain itu, Lembaga vertikal seperti Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Bank Indonesia, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali, Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah dan instansi lainya juga melaksanakan perayaan Rahina Tumpek Uye secara niskala dengan sembahyang di tempat suci masing-masing. 

Baca juga :  Wapres Gibran Tinjau Harga Bahan Pokok di Pasar Dauh Pala Tabanan

“Seluruh komponen masyarakat Bali mulai dari pemerintah provinsi Bali, lembaga vertikal di Bali, pemerintah kabupaten kota/kabupaten se-Bali, Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Majelis Desa Adat se-Bali, Majelis Desa Adat Kecamatan se-Bali, lembaga pendidikan se-Bali, desa/kelurahan/desa adat se-Bali, organisasi kemasyarakatan dan swasta se-Bali, serta seluruh masyarakat Bali menyambut dengan semangat dan antusias,” ungkap I Wayan Koster.

“Kegiatan skala dilakukan dengan melepas ikan ke Danau/ Bendungan/ Dam/ Sungai/ Telabah/Mata Air, melepas Binatang da/atau burung, resik sampah, menyebarkan dan mensosialisasikan pentingnya menjaga kesucian, kelestarian, dan kebersihan,” imbuhnya.

Tumpek Klurut Sebagai Rahina Tresna Asih

Selain perayaan rahina Tumpek Uye, Gubernur Wayan Koster juga mencanangkan Rahina Tumpek Krulut sebagai perayaan Hari Tresna Asih/Hari Kasih Sayang. Rencana ini sudah dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2022 tentang Tata-titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru. 

Baca juga :  Setahun Memimpin, Gubernur Koster Perkuat Legislasi Daerah sebagai Fondasi Pembangunan Bali

Masyarakat Bali sendiri selama ini merayakan Valentine Day setiap tanggal 14 Februari sebagai Hari Kasih Sayang, yang sesungguhnya bukan merupakan budaya Bali. 

“Sudah waktunya kita melaksanakan Hari Tresna Asih/ Hari Kasih Sayang pada setiap Rahina Tumpek Klurut, yang kita miliki di Bali sebagai warisan adiluhung dari leluhur, yang sepatutnya dilestarikan, disosialisasikan, dan dilaksanakan oleh pemerintah bersama masyarakat Bali. Saat Rahina Tumpek Klurut pada hari Sabtu, 23 Juli 2022 nanti, seluruh masyarakat Bali dihimbau agar melaksanakan perayaan secara niskala dan sakala,” terang Gubernur Wayan Koster. 

Terakhir, I Wayan Koster berharap Perayaan Tumpek dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga menjadi laku hidup atau gaya hidup (lifestyle masyarakat Bali). 

“Perayaan Rahina Tumpek merupakan salah satu upaya yang sangat fundamental, essensial, dan strategis dalam membangun karakter, jati diri, dan kualitas kehidupan masyarakat Bali, menghadapi dinamika perkembangan zaman dan modernisasi dalam skala lokal, nasional, dan global,” tutup Gubernur Bali, I Wayan Koster. (Gus/Sin)