DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia, dengan prevalensi yang cukup tinggi. Masalah stunting tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga mengancam kecerdasan anak. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah stunting, mahasiswa KKN Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar Angkatan 48 Periode 2 menyelenggarakan program kerja dengan tema “Piring Sehat untuk Generasi Hebat” dan “Dapur Gizi Desa: Inovasi Pembuatan Makanan Bergizi dari Bahan Pangan Lokal” pada tanggal 24 Agustus 2025 di Desa Sibanggede, Abiansemal. Kegiatan ini difokuskan pada upaya pencegahan stunting melalui sosialisasi gizi seimbang dengan pedoman Isi Piringku serta demonstrasi pengolahan makanan bergizi dari bahan pangan lokal.

Sosialisasi menghadirkan pembicara yaitu dosen Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar, apt. Fitria Megawati, S.Farm., M.Sc., yang menyampaikan pentingnya gizi seimbang, ASI eksklusif, serta pemberian MPASI bergizi. “Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, tetapi juga mempengaruhi kecerdasan dan kesehatan anak di masa depan. Edukasi sederhana melalui konsep Isi Piringku bisa jadi langkah awal pencegahan,” ujar bu Fifi dalam penyampaian materinya. Target utama kegiatan ini adalah kader posyandu, namun turut dihadiri juga oleh ibu-ibu PKK, dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 33 orang. Peserta mendapatkan materi interaktif disertai pretest, kuis, dan posttest untuk mengukur pemahaman. Mahasiswa juga membagikan leaflet dan poster edukasi agar informasi dapat diteruskan ke masyarakat.

Baca juga :  DP3AKB Jember Tekan Angka Stunting Lewat Pencegahan Perkawinan Anak
Mahasiswa KKN Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar mendemonstrasikan pengolahan MPASI berbahan ikan lele kepada kader posyandu dan ibu-ibu PKK di Desa Sibanggede, Abiansemal.

Sosialisasi ini juga menekankan bahwa pola makan sehat dan bergizi seimbang tidak harus mahal, melainkan dapat disusun dari bahan pangan lokal yang tersedia di sekitar masyarakat. Sosialisasi ini didukung dengan demonstrasi pengolahan pangan lokal, khususnya ikan lele yang dijuluki “Paket Anti Stunting.” Lele kaya akan protein, omega 3 dan 6, zat besi, vitamin B12, kalsium, serta fosfor yang mendukung pertumbuhan optimal anak. Mahasiswa KKN mengajarkan inovasi MPASI berupa nugget ikan lele, yang mendapat respon positif dari kader posyandu dan ibu-ibu peserta. Produk hasil demo dibagikan sebagai contoh menu bergizi yang praktis sekaligus disukai anak-anak.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Target Tekan Inflasi Hingga 4 Persen
Peserta sosialisasi gizi seimbang berpose bersama mahasiswa KKN dengan penuh semangat mendukung gerakan pencegahan stunting.

Dari hasil pretest dan posttest yang diberikan, dapat diketahui bahwa program kerja ini meningkatkan pengetahuan Kader dan Ibu-ibu PKK terkait gizi seimbang dan pengolahan menu MPASI. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapan kami, inovasi makanan sehat yang diperkenalkan mahasiswa KKN bisa terus diterapkan secara rutin di posyandu, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Sekretaris Desa Sibanggede .Selain demonstrasi, mahasiswa juga membagikan leaflet resep MPASI dari bahan pangan lokal untuk mendukung kreativitas ibu-ibu dalam mengolah menu bergizi, mencegah kebosanan anak, sekaligus meningkatkan ketahanan gizi keluarga.

Baca juga :  Mahasiswa KKN Unmas Denpasar Gencarkan Edukasi Kolesterol dan Diabetes untuk Kader Lansia Desa Sibanggede
Foto bersama mahasiswa KKN dengan kader posyandu dan ibu-ibu PKK usai kegiatan edukasi gizi seimbang dan pencegahan stunting di Desa Sibanggede.

Kegiatan yang mendapat sambutan positif dari kader posyandu ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat dalam mencegah stunting. Dengan semangat kolaborasi kader posyandu, program kerja ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan anak-anak Desa Sibanggede yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.