Mahasiswa KKN Unmas Denpasar Gencarkan Edukasi Kolesterol dan Diabetes untuk Kader Lansia Desa Sibanggede
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Sebanyak 28 kader Posyandu Lansia Desa Adat Sibanggede mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas Denpasar) Angkatan 48 Periode II pada Jumat, 15 Agustus 2025. Kegiatan ini mengusung dua program utama, yakni Sosialisasi Kesehatan Kolesterol dengan tema “Jaga Keluarga dari Kolesterol: Kader Hebat, Warga Sehat” dan Gerakan Edukasi Kader untuk Diabetes Tipe 2 pada Lansia (GERDIA).

Desa Sibanggede memiliki 1.553 lansia dari total 7.308 penduduk. Kondisi ini membuat mereka rentan terhadap penyakit degeneratif seperti diabetes melitus tipe 2 dan kolesterol tinggi yang dapat menurunkan kualitas hidup serta meningkatkan risiko komplikasi serius hingga kematian. Untuk menjawab tantangan ini, mahasiswa KKN melaksanakan program edukasi kesehatan bagi kader posyandu guna meningkatkan pemahaman dan memperkuat peran mereka dalam menjaga kesehatan lansia di desa.
Sebelum dimulainya penyuluhan, kader diarahkan untuk mengisi pre test yang akan digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum mendapat materi. Pada sesi pertama, apt. Vallina Rahmadinha, S.Farm. selaku apoteker memberikan penyuluhan mengenai penyakit degeneratif yang dikemas secara interaktif melalui presentasi visual. Materi yang disampaikan meliputi pengertian penyakit, faktor risiko, dampak apabila tidak ditangani sejak dini, pentingnya pola makan sehat, gaya hidup aktif, hingga pemeriksaan kesehatan rutin. Kegiatan berlangsung aktif dengan diskusi dan tanya jawab, serta didukung oleh perangkat desa dan masyarakat. Salah satu kader, ibu Ni Wayan Novi Rosita, menyampaikan kesan positif bahwa penyuluhan ini sangat bermanfaat karena membantu kader memahami gejala penyakit, khususnya kolesterol, sehingga mereka dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan merujuk lansia ke fasilitas kesehatan bila diperlukan.


Memasuki sesi kedua, apt. I Wayan Suardi Adi Gunawan, S.Farm., selaku apoteker memberikan materi mengenai gejala, faktor risiko, hingga strategi pencegahan diabetes tipe 2. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan pemeriksaan kesehatan. Salah satu kader yakni Ibu Martini, menyampaikan bahwa penyuluhan kesehatan seperti ini sangat bermanfaat karena menambah informasi bagi kader untuk diteruskan kepada masyarakat, terutama lansia. Setelah penyuluhan, kader mengisi post test untuk mengukur tingkat pemahaman setelah pemaparan materi, lalu dilanjutkan pemeriksaan gula darah gratis sebagai demonstrasi pentingnya deteksi dini dan tindak lanjut mandiri.

Untuk memperkuat upaya tersebut, tim KKN juga memberikan media komunikasi visual berupa banner beserta leaflet dan materi pembelajaran kepada kader agar informasi yang disampaikan dapat terus dipergunakan dalam kegiatan posyandu berikutnya. Langkah ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Desa Sibanggede dengan meningkatkan kesadaran akan pencegahan penyakit degeneratif, khususnya kolesterol tinggi dan diabetes tipe dua. Dengan demikian, Desa Sibanggede diharapkan tumbuh menjadi desa yang sehat dan mandiri, serta para lansia tetap menikmati hidup yang berkualitas, aktif, dan bahagia bersama keluarga.

Tinggalkan Balasan