DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Agung Suganda mengatakan Pemerintah Pusat mengalokasikan sekitar 170 ribu vaksin Penyakit Kuku dan Muluk (PMK) untuk Provinsi Bali.

Hal tersebut disampaikan dalam Rakor Antisipasi Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), bertempat di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Rabu (15/01/2025).

Suganda mengatakan tahun 2025 pemerintah telah menyiapkan 4 juta dosis vaksin PMK. Dari total tersebut, 170 ribu vaksin akan dialokasikan di pulau Bali.

Baca juga :  Kementan Sedang Produksi Vaksin PMK

“Kemarin sudah masuk 17 ribu dosis yang akan digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi di bulan Januari. Teknis penyalurannya sudah dirumuskan Distanpangan Bali,” cetusnya.

Agung Suganda menambahkan, 4 juta dosis vaksin diprioritaskan pada daerah yang masuk zona merah penularan PMK. Zona merah ini mencakup daerah sumber ternak sapi dengan lalu lintas cukup tinggi yaitu 6 provinsi di wilayah Jawa, Lampung, NTB dan Bali.

Baca juga :  Pemerintah Luncurkan Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku di Bali

Ia berharap, Bali bisa jadi role model bagi daerah lain dalam upaya penanganan dan pengendalian PMK. Lebih dari itu, jika bisa mempertahankan zero case, ia optimis Bali akan secepatnya masuk dalam zona hijau penularan PMK.

Mengakhiri arahannya, Agung Suganda minta dukungan dan seluruh komponen untuk menyukseskan program vaksinasi PMK. Peternak diminta tidak ragu mengikutsertakan hewan peliharaan mereka untuk divaksin.

Selain mencegah penularan PMK, vaksinasi juga akan meningkatkan nilai ekonomi ternak sapi karena menjadi syarat dalam lalu lintas hewan antar daerah.

Baca juga :  Pemerintah Luncurkan Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku di Bali

Selain PMK, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI juga memberi perhatian pada upaya pengendalian rabies di Daerah Bali.

“Rabies harus bisa kita kendalikan, karena Bali adalah jendela Indonesia. Mari kita keroyok bersama, tentunya dengan dukungan dari berbagai pihak, utamanya pemilik anjing,” pungkasnya.

Editor: Agus Pebriana