KPU Denpasar Laksanakan Tes Tulis Badan Adhoc PPS
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar melaksanakan tes CAT sebagai lanjutan tahapan seleksi pembentukan badan Adhoc Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa/kelurahan se-Kota Denpasar.
Test CAT yang bertempat di Kampus Stikom Bali, Senin (10/01/2023) ini diikuti oleh 285 peserta yang sebelumnya peserta dinyatakan lulus secara administrasi. Adapun peserta berasal dari empat Kecamatan yaitu Denpasar Utara, Timur, Selatan, dan Barat. Sebelumnya peserta dinyatakan lulus secara administrasi.
“Ada 4 kecamatan di Denpasar ini, dibagi atas 4 sesi. Tadi pagi kami sudah melakukan untuk (kecamatan) Denpasar Barat, kemudian Denpasar Utara, kemudian Denpasar Timur, dan terakhir pada sesi kali ini Denpasar Selatan. Jadi 282 orang ini, sudah kami undang, dan mengikuti proses seleksi secara CAT per hari ini, dan hasil daripada tes tertulis hari ini, kami umumkan langsung di tempat,” jelas Arsa Jaya.

Lebih lanjut Arsa menerangkan, setelah tahapan tes tertulis, selanjutnya akan ada tahap sesi wawancara, berdasarkan hasil dari tes tertulis ini. Kemudian pihaknya akan menetapkan dan melantik sebanyak 3 orang sebagai PPS di tingkat desa
“Nanti kami akan tetapkan hasilnya. Di masing-masing desa/kelurahan akan ada tiga orang petugas PPS, yang akan direkrut untuk menjadi penyelenggara pemilu 2024.
Dari 43 desa/kelurahan yang ada (di Kota Denpasar), masing-masing tiga orang itu berjumlah, semuanya yang kita rekrut adalah 129 orang,” terangnya.
Lebih jauh, Arsa menjelaskan PPS memiliki tugas untuk membantu KPU dalam penyelenggaraan Pemilu di tingkatan desa/kelurahan seperti pemutakhiran data pemilih, pendistribusian logistik, pembentukan KPPS, dan perekrutan panitia pendaftaran pemilih.
“PPS punya peran strategis sebagai ujung tombak penyelenggara di bawah KPU, sebelum KPPS dibentuk nanti. Oleh karena tahapan pemilu 2024 ini adalah relatif berat, kami pun sangat selektif nanti dalam proses merekrut penyelenggara ini,” ujarnya.
Arsa menambahkan, pihaknya sedapat mungkin akan merekrut penyelenggara pemilu dengan mengutamakan integritas dan independensi.
“Perhelatan pemilu ini kan berbeda, artinya dari sisi tekanan karena pesertanya adalah partai politik, pesertanya juga adalah perseorangan berupa (calon) DPD, dan kemudian calon-calon legislatif yang ada di tingkatan kota, dan tingkatan provinsi,” imbuhnya.
Ia pun mengatakan pihaknya akan mendorong PPS, agar mampu bersosialisasi dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama partisipasi masyarakat di lingkungan desa.

Tinggalkan Balasan