DIKSIMERDEKA.COM, KLUNGKUNG, BALI – Pengerjaan proyek pembangunan gedung perawatan bedah RSUD Kabupaten Klungkung molor. Bangunan senilai Rp 4,5 miliar yang seharusnya rampung pada pertengahan November 2022 itu, sampai saat ini masih dikerjakan.

Konsekuensinya, rekanan harus membayar denda keterlambatan sebesar Rp 4,7 juta per hari. Selain gedung perawatan bedah, RSUD Klungkung juga membangun gedung rawat inap interna senilai Rp12,6 miliar, yang menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Baca juga :  Audiensi Undiknas Bali, RSUD Klungkung Akan Menjadi Rumah Sakit Pendidikan Utama

Pembangunan saat ini baru terealisasi 73,865 persen dari rencana. Hal itu diketahui setelah Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta melakukan sidak, Jumat (25/11/2022). Bupati Suwirta, memastikan rekanan akan menepati janji menyelesaikan pekerjaan.

“Semoga Desember depan gedung tersebut bisa diselesaikan sesuai janji rekanan, dan hal tersebut dimungkinkan karena pengerjaan finishingnya tidak serumit pengerjaan bangunan lainnya,” katanya, Senin (28/11/2022).

Seperti diketahui, Bupati Suwirta melakukan monitoring progress pembangunan gedung rawat inap Interna dan gedung perawatan bedah RSUD Klungkung, Jumat (25/11/2022) dan menemukan progress pembangunannya molor.

Baca juga :  RSUD Klungkung Luncurkan SIMADU, Bupati Satria Dorong Peningkatan Layanan Ibu Hamil

Dalam monitoring tersebut diketahui progres pembangunan gedung rawat inap Interna sampai minggu ke-28 (14- 20 November 2022) baru terealisasi 73,865 persen dari rencana  86,725 persen. Terjadi deviasi sebesar –13,041 persen dengan sisa waktu 33 hari. 

Sedangkan untuk gedung perawatan bedah seharusnya telah berakhir 14 November 2022, namun kini baru terealisasi sebesar 81 persen. Pembangunan ini dikerjakan oleh PT Anindya Guna dan CV Surya Dewata.

Baca juga :  RSUD Klungkung Luncurkan SIMADU, Bupati Satria Dorong Peningkatan Layanan Ibu Hamil

Atas keterlambatan tersebut sudah dilakukan addendum perpanjangan waktu dengan denda dan harus selesai Tanggal 19 Desember 2022. 

Selain karena faktor kebutuhan material yang tidak tercukupi, kurangnya tenaga kerja dan tidak maksimalnya kerja lembur, keterlambatan juga disebabkan faktor cuaca yang belakangan ini sering turun hujan di wilayah Klungkung.