DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengajak Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) se-Indonesia bersinergi dalam upaya pemulihan pariwisata yang terpuruk di tengah pandemi Covid-19. 

Hal tersebut diutarakannya saat didaulat menjadi pembicara kunci pada acara Meet and Greet BPPD se-Indonesia yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, Rabu (2/6). 

Mengawali paparannya, Wagub Cok Ace yang mengikuti acara dari ruang kerjanya kembali menyegarkan ingatan peserta meet dan greet tentang kompleksnya dampak yang ditimbulkan pandemi Covid-19.

Pandemi ini, ujar Wagub Cok Ace, tak hanya menimbulkan dampak bagi sektor kesehatan, namun berimbas pula pada bidang ekonomi, sosial budaya hingga keamanan.

Menggarisbawahi bidang ekonomi, Wagub Cok Ace menyebut Bali mengalami dampak paling parah karena pertumbuhan ekonominya sangat bergantung pada sektor pariwisata yang terpuruk di tengah pandemi.

Menyikapi hal tersebut, Pemprov Bali tak tinggal diam. Bersama seluruh stakeholder dan masyarakat Bali, Pemprov terus mengupayakan agar pemulihan pariwisata bisa dilaksanakan sejalan dengan upaya pengendalian penyebaran Covid-19.

Baca juga :  Percepat Pemulihan Pariwisata, Bali Jadi Percontohan Program IP Tourism

Khusus untuk pengendalian penyebaran Covid-19, Pemprov Bali menempuh langkah strategis diantaranya pelibatan desa adat melalui pembentukan posko gotong royong dan meningkatkan disiplin masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Yang membanggakan, sebutnya, merujuk hasil survei Kementerian Kesehatan, Bali dinobatkan sebagai provinsi paling taat pakai masker. Hal ini dikatakann tidak lepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan dan tingginya kesadaran masyarakat Bali iti sendiri.

Selain peningkatan disiplin penerapan prokes, Bali juga menggenjot program vaksinasi Covid-19 yang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Berpatokan pada standar WHO yang mensyaratkan 70 persen penduduk di suatu wilayah harus sudah mendapat vaksin.

Persentase 70% penduduk mendapat vaksin dosis lengkap itu diperlukan agar terbentuknya herd immunity. Guru Besar ISI Denpasar ini-pun menyebut capaian vaksinasi di Bali saat ini sudah hampir 50 persen. 

“Jumlah penduduk Bali 4,32 juta, 70 persen dari jumlah tersebut berkisar pada angka 3 jutaan. Data per hari ini, hampir 50 persen dari jumlah tersebut sudah memperoleh vaksinasi Covid-19,” terangnya. 

Baca juga :  Wagub Cok Ace Terima Tim Penilai Akhir Calon Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia Tahun 2022

Selaku Ketua BPPD Bali, ia menambahkan, berbagai upaya yang ditempuh, secara nyata berdampak pada mulai melandainya penambahan angka positif Covid-19. Dalam sepekan terakhir, penambahan angka terkonfirmasi positif Covid-19 bertahan pada kisaran 2 digit. 

Bahkan, data per tanggal 1 Juni 2021, penambahan angka positif hanya sebanyak 28 orang, jumlah pasien sembuh sebanyak 50 orang dan meninggal 1 orang. “Untuk ukuran provinsi, capaian ini luar biasa,” imbuhnya.

Cok Ace-pun berharap agar kedepannya situasi semakin membaik sehingga Bali benar-benar dapat dibuka untuk pasar internasional dengan negara terbatas pada bulan Juli mendatang, sebagaimana yang telah direncanakan.

Pada bagian lain, Panglingsir Puri Ubud ini menyampaikan terima kasih atas perhatian besar dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Perhatian itu antara lain ditunjukkan dengan intensnya kunjungan sejumlah menteri untuk melihat langsung kondisi Bali. 

Wagub Cok Ace berharap, kunjungan sejumlah menteri ini menjadi angin segar bagi pariwisata Bali, khususnya dalam menggenjot pasar domestik. Masih terkait dengan upaya pemulihan pariwisata Bali, Kemenko Maritim dan Investasi juga menggagas program Work From Bali.

Baca juga :  Hadiri Peringatan HPS, Wagub Cok Ace Ingatkan Pentingnya Ketahanan Pangan

Kendati belum signifikan berpengaruh pada tingkat hunian 150 ribu kamar hotel yang ada di Bali, menurutnya upaya ini patut diapresiasi. “Paling tidak, kita menunjukkan Bali masih nyaman dikunjungi. Penting untuk memulihkan kepercayaan wisatawan, khususnya domestik (wisdom),” imbuhnya. 

Mencermati trend pandemi di sejumlah negara yang masih fluktuatif, Wagub Cok Ace mendorong pelaku pariwisata lebih optimal menggarap pasar domestik. Merujuk pada data, ia memberi gambaran tentang besarnya potensi wisdom.

Disebutkan olehnya, setiap tahunnya tercatat 11 hingga 12 juta orang Indonesia berwisata ke luar negeri. “Kalau setengahnya saja bisa kita garap, ini akan berdampak positif bagi pemulihan sektor pariwisata,” tambahnya. 

Untuk itu, ia mengajak BPPD se-Indonesia bersatu membuat terobosan dalam menggarap wisdom. Langkah ini sangat penting agar sektor pariwisata tak makin terpuruk. “Kita jaga optimisme pelaku pariwisata. Jika semangat mereka sampai padam, akan terjadi kerusakan permanen yang sulit diperbaiki,” pungkasnya. (*/sin)