DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA – Gerbang pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 untuk siswa SMA, SMK, MA, dan sederajat akhirnya resmi dikunci per 27 September 2026. Animo pelajar se-Nusantara ternyata tak terbendung. Buktinya, angka kepesertaan meledak tajam hingga menembus jutaan kepala.

Hingga peluit panjang batas akhir pendaftaran ditiup, tercatat ada 4.215.314 murid yang mendaftarkan diri. Dari lautan manusia tersebut, sebanyak 3.863.957 murid dinyatakan sudah beres alias melengkapi seluruh proses pendaftaran.

Angka ini jelas bukan kaleng-kaleng. Dibandingkan dengan hajatan TKA Tahun 2025 yang “hanya” mencatat 3.518.167 murid, tahun ini terjadi lonjakan signifikan sebanyak 345.790 murid atau naik sekitar 9,8 persen. Hebatnya lagi, angka jumbo ini rupanya belum final dan masih sangat berpotensi “melar” setelah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menuntaskan sapu bersih data residu.

Baca juga :  Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat Tabanan : Saya Juga Sering Diejek, Jangan Pernah Menyerah

Melihat grafik yang meroket ini, Kepala Badan Kebijakan dan Pengembangan Mutu Pendidikan (BKPDM), Toni Toharudin, ikut buka suara. Ia menilai lonjakan ini sebagai sinyal positif makin meleknya sekolah-sekolah di daerah terhadap pentingnya peta akademik.

“Tahun ini jumlah calon pendaftar TKA meningkat hampir 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan partisipasi yang semakin luas dari satuan pendidikan dan peserta didik. Kami juga masih melakukan penyelesaian data residu, sehingga jumlah calon peserta yang tercatat saat ini masih dapat bertambah,” ujar Toni.

H2: Tak Perlu Senam Jantung, TKA Bukan Syarat Lulus

Meski antusiasme meledak, Kemendikdasmen mewanti-wanti agar para peserta tak perlu sampai “senam jantung” alias stres berlebihan. TKA sejatinya adalah alat ukur alias asesmen untuk memotret seberapa jauh kemampuan akademik siswa.

Baca juga :  Sidang MBG Berlarut-larut, KOSPI Sentil MK: Jangan Sampai Rakyat Dirugikan!

Hasil jepretan TKA ini nantinya akan dipakai sebagai amunisi bagi peserta didik yang ingin “bertarung” ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau perguruan tinggi. Selain itu, data ini bakal diracik oleh para pemangku kebijakan untuk mendongkrak mutu pendidikan nasional yang kerap jadi sorotan.

Pemerintah juga menggarisbawahi dengan tinta tebal: TKA bukan penentu kelulusan sekolah. Tes ini tidak didesain untuk menendang rapor atau menggantikan kewenangan mutlak sekolah dalam memberikan penilaian kelulusan siswa.

Baca juga :  Dana Rp1,254 T untuk 1.741 Sekolah Terdampak Bencana, Cair Baru Rp411,4 M ,Pemulihan Jangan Setengah Hati

Kini, setelah gerbang pendaftaran ditutup rapat, Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah langsung tancap gas memvalidasi data sisa. Tak lupa, apresiasi setinggi-tingginya diberikan kepada para guru, orang tua, dan pemda yang sudi bahu-membahu menyukseskan pendaftaran ini.

Selanjutnya, jutaan siswa ini harus bersiap. Jika tak ada aral melintang, mesin ujian TKA 2026 akan resmi dipanaskan mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Mulai dari urusan server, jaringan internet, hingga kesiapan bilik-bilik sekolah, kini tengah digeber oleh pemerintah bersama Kementerian Agama dan kampus-kampus negeri.

Pesan terakhir dari Kemendikdasmen untuk para siswa: persiapkan diri, belajar yang wajar, dan jaga kesehatan. Jangan sampai sudah mendaftar malah tumbang di hari H. Selamat bertarung!