DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Jaksa Agung Sanatiar Burhanuddin mengukuhkan pengurus Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (ASLIMAS) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) se-Provinsi Bali periode 2026-2031, bertempat di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (19/9/2026).

Adapun dalam pengurusan masa bhakti 2026-2031, Kepala Satpol PP Bali Dewa Rai Dharmadi dikukuhkan sebagai Ketua ASLIMAS Bali. Sementara Anggota DPD RI Bali I Komang Merta Jiwa dikukuhkan sebagai Ketua ABPEDNAS Bali.

Dalam arahanya, Jaksa Agung menekankan pentingnya peran ASLIMAS dan ABPEDNAS dalam memperkuat ketertiban serta tata kelola pemerintahan desa.

Jaksa Agung mengatakan ASLIMAS memiliki peran dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Menurut Jaksa Agung, keberadaan ASLIMAS dinilai menjadi bentuk nyata semangat gotong royong masyarakat sekaligus membantu mengantisipasi berbagai potensi kerawanan sosial.

“ASLIMAS adalah wujud nyata semangat gotong royong yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Untuk itu, Jaksa Agung meminta anggota ASLIMAS tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus hadir dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana, mendukung kegiatan masyarakat, pengamanan lingkungan, serta memperkuat ketahanan nasional.

Baca juga :  Jaksa Agung Setujui 7 Perkara Diselesaikan Lewat Keadilan Restoratif

Sementara itu, ABPEDNAS memiliki peran sebagai mitra pemerintah desa dalam menyerap aspirasi masyarakat dan memastikan penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

ABPEDNAS, kata Jaksa Agung, harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi serta memastikan kebijakan desa sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat.

Menurut dia, pembangunan desa menghadapi tantangan yang tidak ringan, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga dinamika sosial masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta ABPEDNAS ikut memperkuat tata kelola pemerintahan desa agar berjalan transparan dan akuntabel.

“Jalankan organisasi dengan integritas, profesionalisme, disiplin, dan semangat melayani. Jauhkan kepentingan pribadi yang dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap organisasi ini,” ujarnya.

Burhanuddin mengatakan pembangunan desa harus berjalan seiring dengan pembangunan kota. Desa, menurut dia, merupakan fondasi pembangunan nasional karena menjadi tempat tumbuhnya nilai gotong royong, kekeluargaan, dan kearifan lokal.

Baca juga :  Jaksa Agung Resmikan Rumah Sakit Adhyaksa

Burhanuddin juga menyoroti pentingnya kesadaran hukum di tingkat masyarakat desa. Menurut dia, penegakan hukum tidak cukup hanya mengandalkan tindakan penindakan, tetapi perlu dibarengi pemahaman dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan.

Ia menilai ASLIMAS dapat menjadi mitra strategis kejaksaan dalam memperluas komunikasi dan edukasi hukum hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Keberadaan ASLIMAS merupakan suatu kekuatan sosial yang dapat memperluas komunikasi dan edukasi hukum sampai ke lapisan masyarakat yang paling dekat,” katanya.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Prof. Reda Manthovani mengatakan keberadaan Satlinmas dan ABPEDNAS merupakan bagian penting dari unsur masyarakat di tingkat desa.

Ia mengatakan keduanya memiliki peran dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung tata kelola pemerintahan desa.

“Ini merupakan komponen-komponen warga di desa untuk menjaga keamanan dan tata kelola keuangan desa. Mereka disatukan untuk menjaga kehidupan di desa supaya tertata,” kata Reda.

Menurut Reda, pembentukan asosiasi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan menyatukan gerakan. Dengan adanya wadah bersama katanya, kebijakan yang berkaitan dengan ASLINMAS dan ABPEDNAS diharapkan tidak berjalan berbeda-beda di setiap daerah.

Baca juga :  JAM-Pidum Setujui Penghentian 6 Perkara Berdasarkan Restorative Justice

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah perbedaan honor atau insentif bagi anggota Linmas di berbagai daerah. Reda mengatakan perbedaan tersebut perlu menjadi bahan pembahasan agar terdapat keseragaman kebijakan.

“Misalnya masalah finansial dari para Linmas seperti honor. Itu dari provinsi satu dan lain beda. Jadi kita samakan platform-nya untuk bisa memiliki platform yang sama. Itu kita upayakan agar bisa membentuk asosiasi,” ujarnya.

Reda mengatakan penguatan ASLINMAS dan ABPEDNAS di tingkat desa sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi.

“Ini kan sesuai dengan Asta Cita Presiden yang keenam, yaitu membangun dari desa, membangun dari bawah untuk pemerataan ekonomi,” katanya.

Reporter: Agus Pebriana