Zona Inti Pusat Kebudayaan Bali Ditargetkan Selesai Akhir Tahun 2027, Tender Kontruksi Segera Dimulai
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pembangunan zona inti Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung memasuki babak baru. Setelah tender manajemen kontruksi rampung, PT Pusat Kebudayaan Bali kini tengah menyiapkan tender pekerjaan konstruksi dengan target seluruh pembangunan zona inti dapat selesai pada akhir 2027 atau paling lambat awal tahun 2028.
Direktur Utama PT Pusat Kebudayaan Bali I Putu Hendika Permana mengatakan bahwa kini pihaknya tengah menyiapkan tender untuk pengerjaan kontruksi, setelah sebelumnya merampungkan proses tender untuk manajemen kontruksi.
Adapun tim manajemen konstruksi yang telah ditunjuk PT Pusat Kebudayaan Bali akan memiliki masa kerja sekitar 20 bulan yang bertugas mengawal pelaksanaan pembangunan konstruksi zona inti Pusat Kebudayaam Bali.
“Selama 20 bulan ke depan manajemen konstruksi akan mengawal pembangunan konstruksi zona inti,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Gubernur Bali, Rabu (2/8/2026).
Dalam tender pekerjaan konstruksi, kata Hendika pihaknya akan menekankan proses pengadaan akan dilakukan dengan mengedepankan prinsip akutabilitas dna transparansi, meskipun PT Pusat Kebudayaan Bali merupakan badan usaha.
Ia mengatakan proses pengadaan akan mengikuti tahapan yang diterapkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), salah satunya adalah prosedur lelang dan pembentukan kelompok kerja.
Hal tersebut tambahnya, karena pembangunan Pusat Kebudayaan Baru turut memperoleh dana atau penyertaaan modal dari pemerintah daerah.
“Prinsip akuntabilitas dan transparansi tetap kita jaga. Prosesnya menggunakan langkah-langkah dari LKPP, seperti prosedur lelang dan pokja,” ungkapnya.
Hendika mengatakan pada tahap awal, pembangunan akan difokuskan pada zona inti. Ia mengungkapkan kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 700 miliar. Adapun anggaran tersebut akan didapat dari penyertaan modal pemerintah daerah dan investor.
“Penyertaan modal pemerintah kita akan gunakan membangun zona inti, namun masih kurang sehingga kita butuh investor,” terangnya.
Ketika ditanya apakah sudah ada calon investor yang melakukan penjajakan, Hendika mengungkapkan bahwa proses mencari investor tengah berlangsung. Ia mengatakan saat ini ada satu investor Jakarta yang tertarik dan telah melakukan studi kelayakan atau feasibility study.
Namun, Hendika mengatakan calon investor tertarik berinvestasi di kawasan komersial Pusat Kebudayaan Bali dengan mengembangkan fasilitas golf dan marina.
“Sekarang sudah ada satu investor yang sudah bertemu dan melakukan feasibility study. Investor itu dari Jakarta,” terangnya.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan