JAKARTA DIKSIMERDEKA.COM – Indonesia bersiap mencetak sejarah baru di dunia militer dengan mengoperasikan kapal induk pertamanya. Sayangnya, kebanggaan ini diwarnai ironi tajam. Kapal raksasa eks-Italia bernama Giuseppe Garibaldi yang kini tengah berlayar menuju Tanah Air ternyata merupakan barang bekas pakai yang sudah berusia 41 tahun.

Kapal yang telah dipensiunkan oleh militer Italia ini dilaporkan sudah angkat jangkar dari Taranto, Italia, pada 24 Agustus lalu.

Mengutip laporan dari kantor berita Antara, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengonfirmasi bahwa kapal raksasa ini diperkirakan akan merapat di ibu kota Jakarta antara tanggal 15 hingga 20 September mendatang.

Hibah Berkedok ‘Jebakan’ Ongkos Rehab Selangit

Usut punya usut, Media Portal berita Pertahanan Australia ustraliandefence.com.au menyebut kapal ini didapatkan Indonesia pada awal tahun 2026 melalui skema “hibah” dari pemerintah Italia. Terdengar menguntungkan? Tunggu dulu. Meski statusnya diberikan secara cuma-cuma, pemerintah Indonesia diwajibkan menanggung seluruh biaya perbaikan dan modernisasi kapal gaek tersebut.

Baca juga :  Drone Mata-Mata Bawah Laut China Muncul di RI, Australia Ketar-Ketir

Tak main-main, estimasi biaya untuk menyulap kapal berusia lebih dari empat dekade ini agar kembali layak tempur ditaksir mencapai angka fantastis, yakni 1,4 miliar (jika dikonversikan dengan kurs 1 USD = Rp17.758,99, biayanya menyentuh angka gila-gilaan sekitar Rp24,86 triliun). Sebuah angka yang bikin publik mengelus dada di tengah cekaknya APBN.

Setibanya di perairan Nusantara, kapal ini akan resmi masuk ke jajaran armada TNI-AL dan berganti nama menjadi KRI Gajah Muda. Untuk tahap awal, raksasa besi ini akan difungsikan sebagai kapal induk pembawa helikopter, meski ada wacana ke depannya bakal dipakai untuk pangkalan drone alias pesawat tempur tanpa awak.

Baca juga :  Drone Mata-Mata Bawah Laut China Muncul di RI, Australia Ketar-Ketir

Latihan Kilat dan Sindiran Strategi Militer yang Mencla-Mencle

Sadar kapalnya segera datang, prajurit TNI-AL tak mau terlihat kaku. Awak helikopter Indonesia dikabarkan tengah menggeber latihan pendaratan dari pangkalan TNI-AL di Juanda, Surabaya. Foto-foto satelit bahkan membuktikan bahwa aspal pangkalan telah digambar menyerupai marka dek penerbangan kapal induk agar pilot dari tiga matra TNI bisa latihan take-off dan landing ala kadarnya.

Namun, kedatangan KRI Gajah Muda ini kembali memantik kritik keras terkait minusnya strategi pengadaan pertahanan nasional. Selama ini, niat Indonesia untuk memodernisasi militer selalu terbentur dua hal klasik: dompet negara yang tipis dan strategi belanja yang belum sempurna.

Baca juga :  Drone Mata-Mata Bawah Laut China Muncul di RI, Australia Ketar-Ketir

Proyek kapal induk ini menjadi contoh nyata betapa mencla-menclenya kebijakan pertahanan kita. Pemerintah nyatanya kembali menjilat ludah sendiri setelah berkali-kali sesumbar ingin menyetop kebiasaan membeli alutsista rongsokan alias barang bekas.

Meski begitu, jika nantinya KRI Gajah Muda benar-benar bisa dirawat dan dioperasikan dengan baik tanpa mogok di tengah jalan, kapal induk helikopter ini diakui bakal sangat berguna untuk menunjang misi dukungan logistik dan bantuan bencana alam (HADR) ke pulau-pulau terluar Indonesia. Pertanyaannya sekarang, mampukah kita membiayai perawatannya?