Panggung Ekspresi (PAKSI) 2026 kembali digelar sebagai wadah bagi pelajar untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang teater. Tahun ini kegiatan yang diselenggarakan Komunitas Ruang Kreasi tersebut melibatkan 17 sekolah dari jenjang SMP hingga SMA di Bali.

Ketua Panitia PAKSI 2026, Ida Bagus Gde Santa Prasada mengatakan PAKSI 2026 merupakan penyelenggaraan kedua yang dirancang sebagai ruang belajar sekaligus kompetisi bagi generasi muda yang memiliki ketertarikan terhadap seni teater.

“Jadi PAKSI merupakan kegiatan lomba teater yang diselenggarakan oleh Komunitas Ruang Kreasi. Kegiatannya berjalan sekitar empat sampai lima bulan, dengan peserta dari tingkat SMP sampai SMA,” ujar Gus Santa panggilan akrabnya di Dharma Negara Alaya, Minggu(30/8/2026).

Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 17 sekolah ambil bagian. Rinciannya, delapan peserta berasal dari tingkat SMP dan sembilan peserta dari tingkat SMA. Para peserta dinilai oleh empat orang juri.

Lebih lanjut, PAKSI 2026 mengangkat tema cerita mengenai sejumlah tokoh terkenal dunia, di antaranya Albert Einstein, Charles Darwin, R.A. Kartini dan tokoh lainnya. Ia mengatakan pengangkatan kisah para tokoh tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan materi pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai edukasi bagi penonton.

Gus Santa mengatakan jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang diikuti 12 peserta. Selain jumlah peserta, Ruang Kreasi juga menambah jumlah penghargaan yang diberikan.

“Tahun ini pesertanya jauh lebih ramai. Dari sebelumnya 12 sekarang sudah mencapai 17 peserta. Jumlah piala atau trofi yang diberikan juga jauh lebih banyak, sehingga teman-teman punya kesempatan lebih besar untuk mendapatkan penghargaan,” katanya.

Tak hanya menjadi ajang kompetisi, Paksi 2026 juga menjadi ruang interaksi bagi masyarakat dan pelaku usaha. Panitia menyediakan sejumlah stan bagi pelaku UMKM untuk berjualan selama kegiatan berlangsung.

Tahun ini terdapat enam stan food and beverage (F&B) serta dua stan non-F&B. Panitia juga menghadirkan aktivitas tambahan berupa tarot yang dinilai cukup menarik perhatian kalangan anak muda.

“Melihat tarot tahun ini cukup menarik untuk anak-anak muda, mungkin tahun depan kami usahakan ada lagi. Jadi selain menonton teater, mereka juga bisa menikmati kegiatan lain,” ujar Iko.

Dari sisi jumlah penonton, Gus Santa memperkirakan PAKSI 2026 mampu menarik sekitar 3.000 hingga 4.000 penonton dalam satu hari. Tingginya antusiasme tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi panitia, terutama dalam mengatur kepadatan penonton.

“Evaluasinya mungkin pada flow penonton yang cukup padat karena peminat teater cukup ramai,” katanya.

Ke depan, Ruang Kreasi berencana melakukan sejumlah pembenahan, mulai dari memperbanyak dekorasi hingga memisahkan malam penghargaan atau awarding night dari rangkaian lomba.

Pemisahan tersebut dinilai penting agar proses penghargaan dapat berlangsung lebih maksimal dan tidak terburu-buru karena keterbatasan waktu penggunaan venue.Ketua Ruang Kreasi Iko Putra Tara Tiyasa berharap PAKSI tidak hanya dipandang sebagai kompetisi.

Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk mengenal proses teater sejak awal hingga mampu menghasilkan karya.Ia menilai minat anak muda terhadap teater di Bali sebenarnya cukup besar. Ruang Kreasi, lanjut Iko, ingin menjadi wadah bagi anak-anak dan remaja di Bali untuk mendapatkan ruang berekspresi sekaligus mengembangkan kemampuan di bidang seni pertunjukan.

“Harapan kami, kegiatan ini semakin bermanfaat untuk remaja. Dengan adanya lomba ini, kami ingin minat anak-anak muda di bidang teater semakin meningkat. Bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ajang belajar dari awal sampai mencapai satu titik yang diinginkan,” katanya.

Dalam penyelenggaraan PAKSI 2026, dukungan pemerintah juga dinilai mulai terbuka terhadap perkembangan komunitas teater. Iko mengapresiasi dukungan dari Badan Kreativitas (BEKRAF) Kota Denpasar serta pihak terkait yang membantu kelancaran kegiatan.Ia berharap dukungan tersebut dapat terus diperkuat sehingga komunitas-komunitas teater di Bali memiliki ruang yang semakin luas untuk berkarya.

“Teater ini merupakan komunitas dan pencinta seni yang memang punya massa dan terus bergerak. Pemerintah juga sudah mulai perlahan membantu dan mendukung teman-teman di teater,” pungkasnya.

PAKSI 2026 menjadi salah satu upaya Ruang Kreasi memperkuat ekosistem teater pelajar di Bali. Untuk kategori SMP, juara umum diraih Teater Layar dari SMPN 9 Denpasar, disusul Teater Nirwana dari SMPN 8 Denpasar sebagai juara kedua dan Teater Klakson dari SMPN 7 Denpasar sebagai juara ketiga.

Sementara pada kategori SMA, juara umum diraih Teater Blabar dari SMAN 4 Denpasar, diikuti Teater La Jose dari SMA Katolik Santo Yoseph Denpasar sebagai juara kedua dan Teater Wong Kutus dari SMAN 8 Denpasar sebagai juara ketiga.

Selain juara umum, penghargaan Best of the Best diberikan kepada Teater Layar dari SMPN 9 Denpasar. Untuk kategori individu tingkat SMP, penghargaan Best Aktor diraih Komang Asta Arya Wiguna dari Teater Layar, sedangkan Best Aktris diberikan kepada Ni Gusti Agung Ayu Cahta Rayginaswari dari Teater Nirwana. Pada tingkat SMA, penghargaan Best Aktor diraih Rizky Aditya Putra Wirawan dari Teater Blabar, sementara Best Aktris diraih Niyan Gita Pradnyani dari Teater La Jose.

Secara keseluruhan, PAKSI 2026 memperebutkan 11 penghargaan dengan total nilai apresiasi mencapai Rp21,5 juta.

Reporter: Agus Pebriana