DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Inovasi berbasis bahan alam dikembangkan dua siswa SMAN 3 Denpasar untuk mencari alternatif terapi kanker kolorektal atau kanker usus besar. Putu Abie Prasetya Adrian Putra dan Gde Made Arindyaguna Sutha memanfaatkan tanaman sambiloto (Andrographis paniculata) yang dipadukan dengan teknologi green synthesis.

Riset tersebut dilakukan di bawah bimbingan guru pendamping Made Rai Rahayu, S.Pd., M.Si. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi senyawa dari sambiloto yang dapat dikembangkan sebagai bahan antikanker.

Kanker kolorektal menjadi salah satu persoalan kesehatan yang mendapat perhatian serius. Berangkat dari persoalan tersebut, kedua siswa mencoba mengembangkan pendekatan berbasis bahan alam melalui pemanfaatan senyawa andrographolide yang terkandung dalam tanaman sambiloto.

Dalam penelitian tersebut, andrographolide dimanfaatkan sebagai agen pereduksi alami dalam proses pembentukan nanopartikel perak atau silver nanoparticles (AgNPs). Formulasi yang dihasilkan kemudian disebut AgNPs-Andrographolide.

Penggunaan metode green synthesis menjadi salah satu aspek penting dalam inovasi tersebut. Metode ini memanfaatkan bahan alam dalam proses sintesis nanopartikel sehingga menawarkan pendekatan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan bahan kimia tertentu.

Penelitian dilakukan melalui sejumlah tahapan pengujian, mulai dari in silico atau pemodelan berbasis komputasi, in vitro melalui pengujian di laboratorium, hingga in vivo pada makhluk hidup.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan, formulasi AgNPs-Andrographolide menunjukkan potensi aktivitas biologis, antara lain sebagai antikanker, antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi.

Inovasi tersebut menunjukkan bagaimana tanaman herbal lokal seperti sambiloto dapat dieksplorasi melalui pendekatan teknologi modern. Kandungan andrographolide yang terdapat di dalamnya menjadi salah satu komponen yang diteliti untuk melihat potensinya dalam pengembangan terapi kanker.

Bagi Putu Abie Prasetya Adrian Putra dan Gde Made Arindyaguna Sutha, penelitian ini menjadi bagian dari upaya generasi muda untuk mengembangkan potensi sumber daya alam Indonesia melalui riset dan inovasi.

Pengembangan AgNPs-Andrographolide juga membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan bahan alam sebagai kandidat terapi kanker kolorektal.

Meski demikian, hasil penelitian tersebut masih merupakan temuan riset dan diperlukan penelitian serta pengujian lebih lanjut sebelum dapat diterapkan sebagai terapi kanker pada manusia.

Inovasi kedua siswa SMAN 3 Denpasar ini sekaligus menunjukkan bahwa potensi tanaman herbal lokal dapat menjadi bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan apabila diteliti secara sistematis dan berbasis metode ilmiah.