Pilu Mencekik Mesuji! Ditinggal Orang Tua, Dua Kakak Beradik Meninggal Terjebak Kebakaran
MESUJI DIKSIMERDEKA.COM Tragedi memilukan dan menyayat hati menyelimuti Desa Budi Aji, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji.Provinsi Lampung. Kebakaran hebat yang mengamuk beringas pada Minggu dini hari (30/8/2026) merenggut nyawa dua bocah tak berdosa. Keduanya tewas mengenaskan di dalam kamar saat rumah mereka luluh lantak dilalap si jago merah.
Faktanya, kedua korban nahas tersebut merupakan kakak-adik, yakni Oktananda Putra Ilham (14) dan Anindya Putri Ilham (8). Sangat memilukan, lantaran saat api mulai berkobar merobohkan atap, kedua anak malang ini diduga kuat tengah tertidur lelap. Di sisi lain, kedua orang tua mereka, Ilham Purnomo (48) dan Nurhayati, kebetulan sedang tidak berada di rumah saat maut datang menjemput buah hatinya.
Kronologi Mencekam: Api Mengamuk Dini Hari, Warga Panik
Petaka ini pertama kali terendus sekitar pukul 02.44 WIB. Selanjutnya, informasi mengenai amukan api tersebut langsung masuk melalui Call Center 112 dan Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Mesuji. Kepala Desa Budi Aji, Nurul, menjadi salah satu pihak yang dengan panik melaporkan insiden mengerikan tersebut kepada aparat berwenang.
Merespons laporan darurat itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Mesuji, Ronal Nasution, langsung bergerak cepat. Ia segera mengerahkan personel Satpol PP Damkarmat Mesuji bersama unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk terjun langsung memadamkan “neraka” di lokasi kejadian.
Tiba di lokasi sekitar pukul 03.01 WIB, petugas mendapati kondisi yang sudah sangat kritis. Api sudah membesar, membakar habis bagian rumah berukuran 8 x 12 meter tersebut, dan bahkan berpotensi menjalar ganas ke bangunan ruko yang berada persis di sekitarnya.
“Petugas kemudian langsung melakukan pemadaman. Selain berupaya mengendalikan kobaran api, personel juga mencari kedua anak yang diketahui masih berada di dalam rumah,” kata Ronal.
Tiga Jam Berjibaku, Berakhir dengan Tangis Histeris
Sayangnya, takdir berkata lain. Operasi pencarian heroik di tengah kepungan asap pekat itu berakhir dengan tragedi yang meremukkan dada. Pasalnya, kedua korban ditemukan di dalam kamar dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Petugas lantas mengevakuasi jenazah kedua kakak beradik tersebut diiringi isak tangis warga sekitar. Setelah proses evakuasi yang memilukan itu selesai, petugas terus melanjutkan tahapan pemadaman hingga fase pendinginan guna memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu musibah susulan.
Akhirnya, penanganan tuntas sekitar pukul 06.00 WIB pagi. Operasi pemadaman dan pendinginan ini berlangsung kurang lebih tiga jam dengan menghabiskan pasokan air hingga tiga tangki penuh. Walaupun sebagian besar bangunan hangus tak bersisa, aparat setidaknya berhasil memblokade kobaran api agar tidak merembet ke dua ruko di sebelah rumah korban.
Terkait apa biang kerok dari kebakaran maut ini, pihak berwenang belum bisa memastikannya secara mutlak.
“Dugaan sementara akibat korsleting listrik. Namun, untuk penyebab pastinya masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Ronal mengakhiri keterangannya.

Tinggalkan Balasan