DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berhasil meraih penghargaan Terbaik I kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali. Atas capaian tersebut, Pemprov Bali memperoleh apresiasi senilai Rp2 miliar.

Adapun ajang apresiasi tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Tempo Media di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Jumat (28/8/2026).

Gubernur Bali Wayan Koster menerima langsung penghargaan tersebut dari Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. Turut hadir Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Dalam kategori ini, Kemendagri menilai Pemprov Bali berhasil meningkatkan akses dan pelayanan kesehatan berkualitas dan mudah dijangkau masyarakat.

Baca juga :  Tangani Sampah Kiriman di Pesisir, Menteri Jumhur Akan Kordinasi Bersama Kepala Daerah di Luar Bali

Penilaian mencakup komitmen dan kinerja pemerintah daerah dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mudah dijangkau.

Sejumlah indikator digunakan dalam penilaian, antara lain akses terhadap layanan kesehatan, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ketersediaan sanitasi layak, kualitas layanan kesehatan, serta pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis.

Selain indikator tersebut, inovasi pemerintah daerah turut menjadi nilai tambah. Inovasi dinilai dari kemampuan daerah menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Di samping mendapatkan penghargaan dalam bidang kesehatan, Pemprov Bali jug meraih penghargaan Terbaik II kategori Akses dan Kualitas Layanan Pendidikan.

Baca juga :  Koster Letakkan Batu Pertama Gedung Baru BPD Bali: “Saatnya Bank-nya Krama Bali Jadi yang Terbaik di Rumah Sendiri”

Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen dan kinerja Pemprov Bali dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan yang berkualitas dan merata.

Dalam kategori ini Bali menempati posisi kedua setelah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang meraih Terbaik I.

Adapun Penilaian mencakup sejumlah indikator yang berkaitan dengan pemerataan dan kualitas layanan pendidikan di daerah.

Beberapa indikator yang menjadi dasar penilaian antara lain pemerataan guru, ketersediaan dan kualitas sarana pendidikan, capaian literasi dan numerasi, serta tingkat partisipasi masyarakat dalam pendidikan.

Selain indikator tersebut, inovasi yang dikembangkan pemerintah daerah turut menjadi nilai tambah. Inovasi dinilai dari kemampuan daerah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berdampak terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca juga :  Pemprov Bali Diminta Genjot Belanja Pemerintah guna Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II

Perlu diketahui Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali merupakan ajang yang memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah berdasarkan sejumlah kategori penilaian atas kinerja dan capaian pembangunan daerah.

Perlu diketahui sebelumnya Provinsi Bali telah berhasil menyabet dua penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Tahun 2026 Regional Jawa-Bali yang dilaksanakan di Yogyakarta.

Dua penghargaan tersebut yaitu terbaik I kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting. Lalu terbaik I kategori pengendalian inflasi tingkat provinsi.

Reporte: Agus Pebriana