Detik-Detik Mengerikan Banjir Bandang Nepal: Dinding Lumpur Telan Gedung, Gempa dan Longsor Jadi Pemicu
KATMANDHU DIKSIMERDEKA.COM Tragedi Banjir Bandang Nepal terus mengungkap fakta-fakta baru yang sangat mengerikan. Bahkan, sebuah rekaman video pengawas (CCTV) dari sisi perbatasan Tiongkok memperlihatkan dinding lumpur dan puing-puing raksasa menghantam sebuah gedung bertingkat. Selanjutnya, material ganas tersebut langsung menelan bangunan itu saat puluhan orang berlarian menyelamatkan nyawa mereka ke tempat yang lebih aman. Selain itu, terjangan air bah ini dengan beringas menyapu bersih armada bus dan mobil yang terparkir di sekitar lokasi kejadian.
Ancaman Bencana Susulan dan Manuver Darurat PBB
Sementara itu, para ahli memberikan peringatan keras mengenai potensi bahaya lanjutan. Mereka menegaskan bahwa sumbatan material yang masih tertahan di hulu sungai perbatasan Nepal-Tiongkok sangat berisiko memicu banjir mematikan kedua. Oleh karena itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres langsung merespons krisis kemanusiaan ini. Kemudian, ia menyatakan bahwa tim PBB beserta para mitra sedang memobilisasi pasokan bantuan dan personel ke Nepal demi mendukung komunitas yang terdampak parah.
Di sisi lain, otoritas berwenang belum bisa memastikan secara absolut apa pemicu utama bencana dahsyat ini. Akan tetapi, Menteri Luar Negeri Nepal Shishir Khanal menyebut gempa bumi kemungkinan besar memicu tanah longsor. Sebagai akibatnya, material longsoran tersebut menyumbat aliran sungai lalu mengirimkan luapan air deras secara tiba-tiba ke kawasan hilir. Lebih lanjut, otoritas bencana Nepal mengonfirmasi bahwa data satelit menunjukkan indikasi “longsor batu salju” di perbatasan Nepal-Tiongkok yang berpotensi menjadi pemicu utama. Terlebih lagi, para ilmuwan kembali menekankan bahwa perubahan iklim terus meningkatkan frekuensi dan intensitas peristiwa cuaca ekstrem di kawasan Himalaya.
Revisi Data Geologi dan Perintah Pencarian Tiongkok
Selanjutnya, lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) merilis pembaruan data yang cukup mengejutkan. Sebelumnya, USGS melaporkan gempa bermagnitudo 4,4 terjadi pada Rabu dini hari di sekitar 66 kilometer sebelah utara Kathmandu, dekat perbatasan. Namun, mereka kemudian merevisi laporan tersebut dan menyebut guncangan itu murni berasal dari longsoran darat bertenaga setara magnitudo 5,2.
Dilansir The Guardian,menyikapi eskalasi bencana ini, Pemimpin Tiongkok Xi Jinping langsung turun tangan memberi komando. Berdasarkan laporan lembaga penyiaran pemerintah CCTV, Xi Jinping menegaskan bahwa tugas paling mendesak saat ini adalah menggerakkan seluruh daya upaya untuk mencari dan menyelamatkan warga yang hilang. Kesimpulannya, sinergi lintas negara dan pemantauan hulu sungai kini menjadi kunci utama untuk mencegah jatuhnya korban jiwa baru akibat cuaca ekstrem ini.

Tinggalkan Balasan