Hujan Masih Turun, Padahal El Nino? Pakar IPB Bongkar Faktanya
DIKSIMERDEKA.COM BOGOR El Nino Indonesia hujan bikin bingung masyarakat. Di satu sisi, BMKG memprediksi kemarau panjang. Tapi di sisi lain, hujan masih sering turun di berbagai daerah.
Menjawab hal ini, Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, menegaskan kondisi tersebut sebenarnya wajar.
“Karena ini masih pancaroba, dan awal musim juga tidak seragam di semua wilayah Indonesia,” ujarnya (8/4).
Artinya, perbedaan cuaca antarwilayah masih sangat mungkin terjadi karena Indonesia sedang berada dalam masa peralihan musim.
Bukan Tanda Prediksi Salah
Sonni menekankan, hujan yang masih turun bukan berarti prediksi kemarau keliru.
“Iya, karena suhu muka air laut di Samudera Pasifik tengah dan timur kawasan tropis cenderung meningkat,” jelasnya.
Kenaikan suhu laut ini menjadi sinyal awal berkembangnya El Nino yang biasanya berdampak pada berkurangnya curah hujan di Indonesia.
Kemarau Bisa Lebih Panjang
Menurutnya, musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih lama.
“Diprediksi demikian, dengan durasi sekitar enam bulan,” katanya.
Bahkan, awal musim kemarau bisa datang lebih cepat dari biasanya, terutama di Pulau Jawa.
“Awal musim kemarau itu lebih maju dari biasanya,” tambahnya.
Hal ini dipicu oleh berkurangnya pembentukan awan akibat kenaikan suhu laut di Pasifik.
“Kenaikan suhu muka laut ini berdampak pada pengurangan formasi awan-awan di Indonesia,” ujarnya.
Soal El Nino “Godzilla”
Istilah El Nino Godzilla yang ramai dibahas juga dijelaskan Sonni sebagai fenomena El Nino dengan kekuatan sangat besar.
“El Nino Godzilla mengacu pada super El Nino, yakni saat suhu muka laut di Pasifik bisa naik sekitar 2,5 derajat Celcius bahkan lebih,” terangnya.
Fenomena ini pernah terjadi pada 1982, 1997, dan 2015, dengan dampak kekeringan ekstrem hingga kebakaran hutan.
Namun, kondisi saat ini belum sampai ke tahap tersebut.
“Jujur saja, kekuatannya masih lemah ke moderat,” tegasnya.
🧠 Analisa Tambahan
Sonni juga mengaitkan potensi El Nino kuat dengan aktivitas matahari.
“Berdasarkan data sunspot dan data curah hujan di 72 stasiun di Pulau Jawa selama 35 tahun menunjukkan bahwa intensitas El Nino dapat diperkuat oleh sunspot,” jelasnya.
Ia menambahkan, El Nino ekstrem biasanya muncul setelah puncak aktivitas matahari.
“Sunspot maksimum tahun 2025 berpotensi diikuti El Nino kuat pada 2026,” imbuhnya.
🏁 Kesimpulan
Fenomena hujan di tengah isu El Nino bukan hal aneh.
Ini bagian dari proses alam yang masih berada dalam masa transisi musim.
Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi, sambil bersiap menghadapi kemungkinan kemarau panjang.

Tinggalkan Balasan