PUTRAJAYA DIKSIMERDEKA.COM Pemerintah Malaysia dan Indonesia sepakat untuk meningkatkan langkah-langkah mitigasi guna mengatasi kabut asap lintas batas. Kesepakatan ini dicapai ketika Putrajaya tengah bersiap menyambut perayaan Hari Nasional di tengah memburuknya tingkat kualitas udara yang dikaitkan dengan kebakaran lahan di negara tetangga, Indonesia.

Berdasarkan laporan media setempat, sebanyak 16 wilayah di Malaysia mencatatkan angka Indeks Pencemar Udara (IPU) pada level “tidak sehat” pada Rabu pagi, 26 Agustus 2026. Kualitas udara buruk tersebut menyelimuti sebagian wilayah Sarawak dan Semenanjung Malaysia. Angka ini dilaporkan menurun dibandingkan sehari sebelumnya di mana sekitar 30 wilayah terpapar udara tidak sehat.

Dilansir dari The Star, ancaman kabut asap ini datang berdekatan dengan agenda perayaan Hari Nasional Malaysia ke-69 yang dijadwalkan berlangsung di Dataran Putrajaya pada 31 Agustus mendatang, disusul oleh perayaan Hari Malaysia yang akan digelar di Kuching, Sarawak, pada 16 September.

Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES) Malaysia, Arthur Joseph Kurup, menyatakan bahwa komitmen peningkatan mitigasi bersama Indonesia ini telah disepakati melalui sambungan telepon dengan mitranya dari Indonesia, Jumhur Hidayat, pada Senin lalu, seperti dilaporkan oleh kantor berita Bernama.

“Dengan fenomena El Nino yang diperkirakan akan menguat menjelang Oktober 2026, bertepatan dengan Monsun Barat Daya, kedua negara berkomitmen penuh untuk meningkatkan tindakan pencegahan dan penanggulangan dini,” ujar Arthur dalam sebuah pernyataan resmi.

Lebih lanjut, Arthur turut menyampaikan apresiasi dari pemerintah Malaysia kepada Indonesia yang telah memberikan izin resmi bagi operasi penyemaian awan (cloud seeding) untuk melintasi wilayah udaranya. Operasi modifikasi cuaca ini secara khusus menargetkan kawasan di sepanjang garis perbatasan kedua negara.

Sejauh ini, Sarawak—negara bagian yang berbatasan langsung dengan Kalimantan, Indonesia, di Pulau Borneo—menjadi wilayah yang paling parah terdampak kabut asap. Hingga Rabu pagi, tiga wilayah di Sarawak mencatatkan tingkat kualitas udara tidak sehat. Sri Aman mencatat angka IPU tertinggi di level 166, disusul oleh Serian di angka 164, dan Samarahan pada level 162.

Kondisi serupa juga terpantau di ibu kota dan sekitarnya. Surat kabar The Star melaporkan bahwa level IPU menyentuh angka 159 di Cheras dan 158 di Putrajaya. Sementara itu, kawasan Shah Alam mencatat IPU di angka 157.

Sebagai catatan, berdasarkan standar Indeks Pencemar Udara (IPU) yang berlaku di Malaysia, pembacaan angka 0 hingga 50 diklasifikasikan sebagai udara baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, dan 201-300 sangat tidak sehat. Level yang melampaui angka 300 dikategorikan sebagai berbahaya bagi kesehatan masyarakat.