JAKARTA – Pemerintah pusat langsung bergerak menangani dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah saat ini tidak mau berlama-lama bicara soal pemulihan. Prioritas pertama adalah memastikan korban ditemukan, diselamatkan, dan warga terdampak segera mendapat penanganan.

“Yang paling penting adalah segera mitigasi, penyelamatan. Kalau ada korban segera tertangani dan langsung dipikirkan untuk penanganan apabila misalnya warga masyarakat terdampak, rumahnya mungkin tidak dapat lagi ditempati,” tegas Prasetyo.

Prasetyo mengatakan, pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Kepala Basarnas, hingga Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Koordinasi dengan BMKG juga dilakukan menyusul peringatan dini potensi tsunami setelah gempa mengguncang Flores.

Namun, peringatan dini tsunami tersebut kemudian dicabut. Meski demikian, Prasetyo menyebut di sejumlah wilayah memang sempat terjadi kenaikan muka air laut, tetapi tidak terlalu besar.

Baca juga :  Gempa Filipina M 7,8 Picu Peringatan Tsunami

Pemerintah pusat juga telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur NTT untuk memastikan seluruh jajaran bergerak cepat menghadapi situasi darurat.

“Dan kami juga ee tadi pagi sudah sempat berkomunikasi langsung dengan Gubernur ee Nusa Tenggara Timur untuk sekali lagi kita semua baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan seluruh jajaran terkait termasuk TNI dan Polri melakukan langkah-langkah ee mitigasi, melakukan langkah-langkah cepat, tanggap darurat cepat untuk terutama ee segera mengatasi keadaan di awal-awal kejadian.”

Reruntuhan Bangunan Jadi Perhatian

Salah satu perhatian pemerintah adalah sejumlah bangunan yang dilaporkan runtuh akibat gempa.

Prasetyo menyebut ada laporan mengenai reruntuhan bangunan di sejumlah lokasi, termasuk di Maumere. Bahkan, terdapat fasilitas pelabuhan dan sejumlah kantor yang ikut terdampak.

Pemerintah meminta petugas segera mengecek lokasi-lokasi tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya korban yang masih tertimbun reruntuhan.

“Nah, kami minta untuk segera ee dicek apakah ada ee korban di di reruntuhan-reruntan tersebut gitu.”

Baca juga :  Gempa M 7,7 NTT, Pakar UGM Ingatkan Gempa Susulan dan Ancaman Longsor

Kondisi di lapangan masih terus berubah. Karena itu, pemerintah memilih memastikan keselamatan warga terlebih dahulu ketimbang terburu-buru bicara soal tahap perbaikan.

Bantuan Pusat Disiapkan dari Halim

Pemerintah pusat juga telah menyiapkan kemungkinan pengerahan bantuan tambahan jika kondisi di lapangan membutuhkan.

Prasetyo mengatakan, pemerintah telah menyiagakan dukungan dari Halim Perdanakusuma untuk mengantisipasi kebutuhan perbantuan ke wilayah terdampak.

“Dan kami juga menstbackkan di Halim bilamana sewaktu-waktu ee diperlukan ee perbantuan dari pemerintah pusat kami sudah ee siap-siap.”

Menurut Prasetyo, pembahasan mengenai perbaikan belum menjadi prioritas utama karena gempa baru saja terjadi.

Yang paling mendesak saat ini adalah mitigasi, penyelamatan korban, dan penanganan warga yang terdampak.

Pemerintah juga mulai memikirkan nasib warga yang rumahnya rusak berat atau tidak lagi bisa ditempati.

“Yang paling penting adalah ee segera ee mitigasi penyelamatan ya. Kalau ada korban segera tertangani dan langsung dipikirkan untuk ee penanganan-penanganan apabila misalnya ee warga masyarakat terdampak, rumahnya mungkin ee apa tidak dapat lagi ditempati.”

Baca juga :  Gempa M 7,7 Guncang Flores, Korban Tewas di Manggarai Timur Tembus 17 Orang

Dengan kata lain, urusan membangun kembali bisa dibicarakan kemudian. Untuk saat ini, yang terpenting jangan sampai ada warga yang masih terjebak atau membutuhkan pertolongan tetapi belum tertangani.

Pemerintah Pusat dan Daerah Bergerak Bersama

Penanganan gempa dilakukan secara bersama antara pemerintah pusat dan daerah. TNI, Polri, Basarnas, BMKG serta unsur terkait dilibatkan dalam proses tanggap darurat.

Koordinasi menjadi kunci karena dampak gempa tidak hanya menyangkut korban jiwa. Kerusakan bangunan, akses transportasi, kebutuhan pengungsi, hingga kemungkinan gangguan layanan dasar harus ditangani secara bersamaan.

Pemerintah memastikan perkembangan situasi akan terus dipantau. Setiap kebutuhan tambahan di lapangan akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk bantuan berikutnya.

Gempa M 7,7 yang mengguncang Flores menjadi ujian besar bagi kecepatan respons pemerintah. Di tengah laporan korban dan kerusakan yang terus diperbarui, satu hal menjadi prioritas: selamatkan warga terlebih dahulu, urusan perbaikan menyusul.