SEOUL, DIKSIMERDEKA.COM – Gelombang panas Korea Selatan mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah sejak pencatatan cuaca modern dimulai lebih dari satu abad lalu. Otoritas setempat bahkan mengeluarkan peringatan darurat dan meminta masyarakat segera menghentikan seluruh aktivitas di luar ruangan karena gelombang panas ekstrem yang terus melanda.

Korea Meteorological Administration (KMA) melaporkan suhu di Kota Yangsan, wilayah tenggara Korea Selatan, mencapai 42,5 derajat Celsius pada Minggu (3/8) sore. Angka tersebut menjadi suhu tertinggi sejak pengamatan cuaca modern dimulai pada 1904.

Yangsan menjadi wilayah yang paling terdampak gelombang panas. Selama lima hari berturut-turut, suhu di kota tersebut terus menembus 40 derajat Celsius. Sementara itu, sejumlah kota lain seperti Daegu dan Busan juga mengalami suhu ekstrem yang mendekati 40 derajat Celsius.

Kondisi tersebut memaksa banyak warga mencari perlindungan di pusat perbelanjaan, kafe, maupun bangunan yang memiliki pendingin ruangan.

Baca juga :  BMKG: Musim Kemarau 2026 Lebih Panjang, Sebagian Wilayah Indonesia Mulai Kering April

Salah satunya adalah Ju Dong-yeol, pegawai kantoran berusia 27 tahun, yang memilih menghabiskan waktu bersama orang tuanya di sebuah gerai Starbucks di Seoul.

“Terlalu panas untuk melakukan apa pun di luar ruangan,” ujarnya.

Ia mengaku tidak memiliki pilihan lain selain bertahan di tempat-tempat berpendingin udara.

“Saya tidak bisa memikirkan hal lain selain tetap berada di rumah, pusat perbelanjaan, atau kafe yang memiliki pendingin ruangan,” katanya dilansir AFP.

Peringatan Darurat

Lebih dari 20 wilayah di Korea Selatan kini berada dalam status peringatan darurat gelombang panas, kategori baru yang mulai diterapkan pemerintah tahun ini sebagai respons terhadap meningkatnya suhu ekstrem.

Status tersebut diberlakukan ketika suhu yang dirasakan diperkirakan mencapai 38 derajat Celsius atau suhu aktual menyentuh 39 derajat Celsius dalam satu hari.

Dalam peringatannya, badan meteorologi Korea Selatan meminta masyarakat segera menghentikan seluruh aktivitas luar ruangan.

“Segera hentikan semua aktivitas di luar ruangan.”

Otoritas juga mengingatkan bahwa ruangan tanpa pendingin udara dapat membahayakan kesehatan.

Baca juga :  Bertemu Konjen Korsel, Wagub Cok Ace Bahas Penguatan Kerjasama

Masyarakat diminta segera berpindah ke lokasi yang lebih sejuk, seperti pusat pendinginan yang disediakan pemerintah atau tempat teduh, serta memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan cukup.

Gelombang Panas Kian Sering

Data KMA menunjukkan rata-rata jumlah hari dengan gelombang panas di Korea Selatan kini meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 19 hari per tahun dalam lima tahun terakhir.

Dalam definisi KMA, satu hari gelombang panas terjadi ketika suhu maksimum mencapai sedikitnya 33 derajat Celsius.

Kondisi ekstrem tersebut mulai memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat.

Liga bisbol profesional Korea Selatan bahkan membatalkan pertandingan di Kota Changwon setelah suhu mencapai 39,5 derajat Celsius. Pembatalan itu menjadi yang kedua secara beruntun di kota tersebut.

Baca juga :  Heli Tempur Cobra Korsel Nyungsep Saat Latihan, Dua Awak Tewas di Gapyeong

Pihak Korea Baseball Organization (KBO) menyatakan keputusan diambil dengan mempertimbangkan keselamatan pemain maupun penonton.

“Keputusan ini dibuat dengan menempatkan keselamatan dan kesehatan penonton serta pemain sebagai prioritas utama karena peringatan gelombang panas ekstrem masih berlaku di wilayah Changwon,” demikian pernyataan KBO.

Dipicu Perubahan Iklim dan El Niño

Para ilmuwan telah lama memperingatkan bahwa fenomena cuaca ekstrem seperti gelombang panas akan semakin sering terjadi dan memiliki intensitas lebih tinggi akibat perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia.

Kondisi tersebut diperparah dengan kembalinya fenomena El Niño, yaitu pemanasan alami suhu permukaan Samudra Pasifik yang umumnya muncul setiap dua hingga tujuh tahun sekali.

Kombinasi perubahan iklim dan El Niño diyakini menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko gelombang panas ekstrem di berbagai negara, termasuk Korea Selatan.