JAKARTA, DIKSIMERDEKA.COM Mundurnya Nanik Deyang dari kursi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bukan terjadi secara tiba-tiba. Di balik keputusan itu, tersimpan perjuangan berat yang membuat kondisi kesehatannya menurun. Penasihat Khusus Presiden RI Hasan Nasbi mengungkap Nanik sempat dirawat di rumah sakit setelah bekerja tanpa mengenal waktu untuk membenahi tata kelola BGN, sebelum akhirnya memilih mundur dan menjalani pengobatan jantung. Penasihat

Hasan mengatakan, dirinya sempat menjenguk Nanik saat dirawat. Dalam pertemuan itu, Nanik mengaku khawatir tidak lagi mampu menjalankan tugas berat sebagai Kepala BGN secara maksimal.

“Saat saya menjenguk beliau di rumah sakit, Ibu Nanik menyampaikan bahwa kalau kondisi kesehatannya seperti ini, mungkin tidak akan maksimal menjalankan pekerjaan yang sangat berat di BGN. Beliau juga sudah terpikir untuk menghadap Presiden dan menyampaikan pengunduran diri,” kata Hasan.

Meski begitu, Hasan meminta publik menunggu keterangan resmi pemerintah terkait pengunduran diri Nanik yang akan disampaikan Menteri Sekretaris Negara.

Baca juga :  Prabowo Gaspol PLTS, Target 13 Gigawatt Dikebut! Energi Surya Siap Jadi Senjata Baru Swasembada Energi

Hasan Nasbi Ungkap Fakta Mundurnya Nanik Deyang

Menurut Hasan, kondisi kesehatan Nanik memburuk bukan tanpa sebab. Selama sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, mantan jurnalis itu bekerja dengan ritme yang sangat tinggi untuk membenahi lembaga yang menjadi ujung tombak Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Bukan sekadar melanjutkan kepemimpinan, tetapi melakukan perbaikan yang luar biasa besar dan radikal. Waktu istirahat beliau tidak teratur dan bekerja jauh lebih keras,” ujarnya.

Hasan menilai beban kerja tersebut membuat kondisi kesehatan Nanik terus menurun hingga akhirnya membutuhkan penanganan medis yang lebih serius.

Berani Rem Darurat Program MBG

Di mata Hasan, Nanik merupakan sosok yang berani mengambil keputusan besar meski berisiko menuai kritik.

Salah satu kebijakan yang disorot adalah usul penghentian sementara penambahan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengevaluasi lebih dari 27 ribu dapur yang telah beroperasi.

Baca juga :  ASEAN Mulai Merapat ke Rusia, RI Impor Minyak hingga Bidik Kilang & Storage

Langkah itu diambil agar seluruh dapur memenuhi standar Badan Gizi Nasional sebelum kembali melayani Program Makan Bergizi Gratis.

Menurut Hasan, keputusan tersebut tidak mudah karena memunculkan pro dan kontra, terutama dari pihak yang telah menyiapkan pembangunan dapur baru.

Namun, ia menegaskan kualitas layanan MBG tidak boleh dikompromikan.

“Program makan bergizi harus betul-betul dikerjakan dengan baik. Tidak boleh ada kesalahan kecil sekalipun,” tegas Hasan.

Sisir Dugaan Penyelewengan

Selain melakukan moratorium penambahan dapur, Nanik juga disebut memimpin evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola BGN.

Hasan mengungkapkan, Nanik bersama jajaran pimpinan melakukan penyisiran terhadap dapur-dapur yang belum memenuhi standar operasional, sekaligus mengevaluasi dugaan penyelewengan yang terjadi pada manajemen sebelumnya.

“Itu pekerjaan yang sangat berat. Fondasi-fondasi perbaikannya sudah diletakkan oleh beliau dan tinggal dilanjutkan oleh pimpinan berikutnya,” ujarnya.

Baca juga :  Bos Baru BGN Dapat PR Berat, DPR Minta Bongkar Calo SPPG

Prabowo Apresiasi Keberanian Nanik

Hasan juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto beberapa kali memberikan apresiasi terhadap keberanian Nanik dalam melakukan inspeksi mendadak ke dapur-dapur MBG.

Menurutnya, Nanik hampir setiap hari turun langsung ke lapangan dan tidak segan menghentikan operasional dapur yang dinilai tidak memenuhi standar Badan Gizi Nasional.

“Pak Presiden sangat mengapresiasi keberanian Ibu Nanik. Beliau rutin turun ke lapangan dan berani menutup dapur yang tidak memenuhi SOP,” kata Hasan.

Sebelumnya, Nanik S. Deyang mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun Facebook pribadi. Ia menyatakan harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri untuk memperoleh second opinion atas kondisi kesehatannya. Presiden Prabowo disebut telah memahami kondisi tersebut dan menyetujui pengunduran dirinya, sembari tetap meminta Nanik ikut mengawasi jalannya Badan Gizi Nasional.