DIKSIMERDEKA.COM, KLUNGKUNG – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum I Ketut Lebah saat melayat ke rumah duka di Jalan Rama, Semarapura Kangin, Kabupaten Klungkung, Selasa (14/7). Kehadiran Giri Prasta didampingi putranya, Anggota DPRD Kabupaten Badung I Putu Bima Nata, menjadi bentuk empati dan penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus memberikan dukungan moril bagi keluarga yang tengah berduka.

Suasana haru menyelimuti rumah duka saat keluarga dan kerabat menyambut kedatangan Wakil Gubernur Bali. Di tengah prosesi penghormatan terakhir, tampak masyarakat sekitar turut hadir memberikan dukungan kepada keluarga, mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan solidaritas sosial yang masih terjaga dalam kehidupan masyarakat Bali.

Giri Prasta menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhum I Ketut Lebah. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujar Giri Prasta.

Dalam kesempatan itu, Giri Prasta juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang tetap terpelihara melalui tradisi megebagan, yakni kebiasaan warga saling membantu dan hadir ketika ada anggota masyarakat yang meninggal dunia. Menurutnya, tradisi tersebut menjadi salah satu nilai luhur yang memperkuat persaudaraan dan solidaritas di tengah masyarakat Bali.

“Tradisi saling membantu saat ada warga yang mengalami kedukaan merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga. Kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan masyarakat Bali dalam menghadapi setiap suka maupun duka,” katanya.

Kehadiran masyarakat dalam prosesi duka tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan adat Bali. Duka tidak dipikul sendiri, melainkan dihadapi bersama sebagai wujud kepedulian, persaudaraan, dan semangat menyama braya yang terus hidup di tengah masyarakat.