AS Serang Iran Lagi, Ledakan Guncang Bandar Abbas dan Selat Hormuz
DIKSIMERDEKA.COM WASHINGTON – AS Serang Iran dalam operasi militer terbaru yang menargetkan sejumlah wilayah pesisir selatan negara itu. Ledakan dilaporkan terjadi di Bandar Abbas, Sirik, Jask, dan beberapa kota lain setelah Amerika Serikat melancarkan serangan yang diklaim sebagai balasan atas aksi Iran di Selat Hormuz.
Media pemerintah Iran melaporkan ledakan terjadi di sejumlah wilayah pesisir selatan, termasuk Bandar Abbas, Sirik, Jask, Konarak, dan Chabahar. Sistem pertahanan udara Iran dilaporkan diaktifkan untuk menghadapi serangan tersebut.
Dilansir dari BBC, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut ditujukan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi lintasan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Dalam pernyataannya, CENTCOM menegaskan Amerika Serikat meminta pertanggungjawaban Iran atas serangan terhadap kapal-kapal komersial dan awak sipil yang melintasi jalur pelayaran internasional tersebut.
Trump: Balasan atas Serangan Iran
Usai serangan berlangsung, Trump melalui media sosialnya Truth Social menyebut operasi itu merupakan balasan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz sehari sebelumnya.
Ia juga memperingatkan bahwa respons Amerika akan lebih keras apabila serangan serupa kembali terjadi.
Sebelumnya, Trump menyatakan kesepakatan penghentian sementara konflik yang dicapai pada Juni lalu sudah tidak lagi berlaku dan menilai pembicaraan lanjutan dengan Iran tidak lagi efektif.
Iran Belum Beri Respons Resmi
Hingga berita ini ditulis, pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan terbaru tersebut.
Namun sebelumnya, pejabat tinggi Iran telah memperingatkan bahwa setiap serangan Amerika Serikat akan dibalas secara langsung. Iran juga menyatakan telah menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait sebagai respons atas serangan sebelumnya.
Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya delapan ledakan terdengar di Bandar Abbas. Dua rudal juga dilaporkan menghantam kawasan pelabuhan Sirik dan Jask, sementara Pulau Abu Musa turut menjadi sasaran serangan. Kebakaran juga dilaporkan terjadi di sebuah barak milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Bushehr, meski tingkat kerusakannya belum dapat dipastikan.
Ketegangan Kembali Memanas
Eskalasi terbaru ini terjadi setelah hubungan Washington dan Teheran kembali memburuk meski sebelumnya kedua negara sempat menyepakati nota kesepahaman (MoU) yang mencakup penghentian sementara konflik, keamanan pelayaran di Selat Hormuz, serta kelanjutan negosiasi terkait sanksi dan isu nuklir.
Serangan balasan dari kedua pihak memicu kekhawatiran pasar energi global. Harga minyak dunia dilaporkan melonjak lebih dari satu dolar per barel setelah kabar serangan terbaru muncul, sementara sejumlah kapal tanker memilih membatalkan pelayaran melalui Selat Hormuz karena meningkatnya risiko keamanan.

Tinggalkan Balasan