Xi Jinping Jamu Trump di Markas Elite Partai Komunis China, Iran dan Taiwan Jadi Sorotan
DIKSIMERDEKA.COM BEIJING– Presiden China Xi Jinping menjamu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di kompleks kepemimpinan elite Partai Komunis China di Beijing dalam rangkaian pertemuan terakhir sebelum Trump kembali ke Washington.Jumat (15/5/2026).
Dilansir dari CNN, Meski belum menghasilkan kesepakatan besar, pertemuan tingkat tinggi itu menjadi sorotan dunia karena membahas berbagai isu sensitif mulai dari Iran, Taiwan, perdagangan, teknologi, hingga keamanan global.
Trump mengatakan dirinya dan Xi sepakat Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Namun di sisi lain, Kementerian Luar Negeri China menegaskan perang Iran “seharusnya tidak pernah terjadi”.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump bahkan mengisyaratkan kemungkinan melanjutkan serangan terhadap Iran. Ia juga menyatakan Amerika Serikat tidak terlalu membutuhkan Selat Hormuz dibanding China yang sangat bergantung pada jalur energi tersebut.
Sementara itu, isu Taiwan kembali menjadi titik paling sensitif dalam hubungan Washington-Beijing. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan “tidak berubah” setelah Xi memperingatkan Trump soal potensi konflik akibat salah penanganan isu tersebut.
Xi sebelumnya menyebut Taiwan sebagai “isu paling penting dalam hubungan China-AS” dan memperingatkan bahwa kesalahan penanganan dapat menciptakan situasi yang sangat berbahaya.
Di tengah ketegangan geopolitik, sejumlah warga Beijing justru berharap kunjungan Trump menjadi titik balik hubungan dua negara ekonomi terbesar dunia tersebut.
“Ini adalah hari yang ingin dilihat rakyat biasa seperti kami,” kata Xin Jinmei, pensiunan berusia 64 tahun di Beijing kepada Reuters. Ia berharap hubungan China-AS yang membaik akan membuat kehidupan masyarakat lebih mudah.
Warga lainnya, Han Jingyi, mengatakan kunjungan Trump dapat menjadi awal baru hubungan kedua negara setelah melihat Trump dan Xi bersama-sama mengunjungi Temple of Heaven di Beijing.
Pertemuan Trump dan Xi juga diwarnai jamuan makan siang khusus dengan menu gabungan kuliner China dan Barat. Menu tersebut mencakup kung pao chicken, lobster, beef fillet, dumpling, hingga brownies cokelat dan es krim.
Di bidang perdagangan, Trump mengklaim Xi setuju membeli 200 pesawat Boeing dan meningkatkan impor produk pertanian Amerika Serikat bernilai miliaran dolar setiap tahun. Namun hingga kini belum ada kesepakatan resmi yang diumumkan kedua negara.
Menariknya, selama Trump berada di Beijing, Taiwan melaporkan tidak ada pesawat tempur China yang memasuki wilayah udara sekitar pulau tersebut dalam 24 jam terakhir. Kondisi ini berbeda dari biasanya ketika militer China hampir setiap hari mengirim pesawat ke sekitar Taiwan

Tinggalkan Balasan