DIKSIMERDEKA.COM FLORIDA– Erling Haaland kembali menjadi pusat perhatian setelah membawa Norwegia melaju ke perempat final Piala Dunia 2026. Dua gol yang dicetaknya saat menyingkirkan Brasil di babak 16 besar membuat Norwegia kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya, yakni Inggris, dalam laga yang akan berlangsung di Miami.

Usai kemenangan bersejarah atas Brasil, suasana perayaan mewarnai perjalanan tim Norwegia. Melalui akun Snapchat pribadinya, Haaland membagikan video selebrasi di dalam bus tim. Penyerang Manchester City itu tampak bernyanyi bersama rekan-rekannya mengikuti lagu Never Going Home karya DJ asal Prancis, Kungs.

Lirik lagu tersebut seolah menggambarkan perjalanan Norwegia di Amerika Serikat yang masih ingin terus berlanjut.

Norwegia Menikmati Momen Bersejarah

Sepanjang Piala Dunia 2026, skuad asuhan Ståle Solbakken memang tampil penuh percaya diri. Mulai dari mengikuti upacara mendayung kapal Viking, mengenakan atribut koboi khas Amerika, hingga berbagai selebrasi santai, para pemain Norwegia terlihat menikmati setiap momen.

Di balik suasana penuh keceriaan itu, Solbakken tetap membangun tim yang disiplin dan terorganisasi.

Baca juga :  Mimpi AS Hancur di Kandang Sendiri, Belgia Menang Telak 4-1

Pelatih berusia 58 tahun tersebut berhasil menyulap Norwegia menjadi salah satu tim paling efektif di turnamen, meski tidak selalu mendominasi penguasaan bola.

Data statistik menunjukkan Norwegia hanya berada di peringkat ke-20 untuk rata-rata penguasaan bola dan peringkat ke-14 dalam jumlah sentuhan di kotak penalti lawan. Mereka juga berada di posisi ke-38 dari 48 peserta dalam jumlah intersepsi.

Namun efektivitas serangan menjadi kekuatan utama mereka.

Norwegia menempati peringkat keempat dalam jumlah peluang emas (big chances) yang diciptakan dan peringkat kelima dalam expected goals (xG) sepanjang turnamen.

Strategi Dibangun untuk Haaland

Permainan Norwegia dirancang agar mampu memaksimalkan kemampuan Haaland sebagai ujung tombak.

Saat menghadapi Brasil, Solbakken melakukan perubahan penting pada babak kedua dengan memasukkan Oscar Bobb dan Andreas Schjelderup menggantikan Alexander Sørloth serta Antonio Nusa.

Pergantian itu membuat serangan Norwegia lebih efektif di ruang sempit dan membuka lebih banyak peluang bagi Haaland.

Gol pertama Haaland lahir melalui sundulan keras setelah menerima umpan silang Andreas Schjelderup. Proses gol tersebut diawali pergerakan David Møller Wolfe dari sisi kiri yang berhasil membuka ruang bagi Schjelderup mengirim umpan akurat.

Baca juga :  Belanda vs Aljazair: Ujian Terakhir Oranje Menuju Piala Dunia 2026

Momentum itulah yang dimanfaatkan Haaland untuk memenangi duel udara melawan bek Brasil, Gabriel Magalhães.

Inggris Waspadai Ancaman Haaland

Pada babak perempat final, Inggris diperkirakan akan memberikan perhatian khusus kepada Haaland.

Bek-bek The Three Lions sudah cukup mengenal gaya bermain penyerang Manchester City tersebut karena sering berhadapan dengannya di Liga Inggris.

Selain itu, suhu panas Miami yang diperkirakan mencapai lebih dari 30 derajat Celsius diyakini akan memengaruhi ritme pertandingan sehingga duel diprediksi berlangsung berbeda dibanding laga-laga di Premier League.

Meski Inggris datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah lolos ke delapan besar, Norwegia juga memasuki pertandingan tanpa beban karena telah melampaui ekspektasi banyak pihak.

Haaland Tetap Rendah Hati

Meski tampil tajam, statistik menunjukkan Haaland masih memiliki sisi manusiawi.

Norwegia berada di peringkat ketiga sebagai tim dengan peluang emas yang paling banyak terbuang sepanjang turnamen.

Baca juga :  Inggris vs Meksiko: Bellingham Menggila, Kane Segel Kemenangan Dramatis Meski Main dengan 10 Pemain

Data itu memperlihatkan bahwa Haaland juga masih kerap gagal memanfaatkan peluang mudah sebelum akhirnya mencetak gol-gol penting.

Namun, kemampuan menciptakan banyak peluang justru menjadi bukti efektivitas permainan Norwegia.

Terlepas dari hasil melawan Inggris nanti, Haaland diyakini akan tetap tampil dengan sikap tenang dan rendah hati seperti yang selama ini diperlihatkannya.

Bagi Norwegia, perjalanan di Piala Dunia 2026 sudah menjadi sejarah tersendiri. Kini, Haaland dan rekan-rekannya hanya tinggal selangkah lagi untuk mewujudkan mimpi yang lebih besar: menembus semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Meski mengandalkan Haaland sebagai ujung tombak, Solbakken menegaskan keberhasilan Norwegia bukan hanya bergantung pada satu pemain. Ia menilai kerja sama antarlini, disiplin bertahan, dan efektivitas memanfaatkan peluang menjadi kunci utama keberhasilan timnya sejauh ini. Filosofi tersebut membuat Norwegia tampil tanpa tekanan dan percaya diri menghadapi lawan-lawan yang secara tradisional lebih diunggulkan di Piala Dunia. Kepercayaan diri itulah yang kini menjadi modal terbesar Norwegia menghadapi Inggris.