DIKSIMERDEKA.COM PHILADELPHIA – Tidak ada pesta gol, tidak ada permainan penuh atraksi. Namun ketika peluit panjang berbunyi, Prancis tetap tersenyum. Di laga Perancis vs Paraguay.Les Bleus menang dengan skor tipis 1-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 berkat penalti Kylian Mbappé, Minggu (5/7/2026) WIB.

Di tengah suhu panas ekstrem yang menyelimuti Philadelphia, pasukan Didier Deschamps tampil lebih pragmatis. Mereka rela meninggalkan “sepak bola sampanye” demi kemenangan yang membawa mereka melangkah ke babak 16 besar.

Meski hanya menang satu gol, dominasi Prancis terlihat jelas sepanjang pertandingan. Statistik memperlihatkan Les Bleus benar-benar mengendalikan permainan.

Prancis mencatat 15 tembakan, lima di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Paraguay hanya mampu melepaskan lima percobaan dengan satu tembakan mengarah ke gawang.

Dominasi semakin kentara dalam penguasaan bola. Prancis menguasai pertandingan hingga 76 persen, sementara Paraguay hanya 24 persen.

Akurasi operan Les Bleus juga jauh lebih baik. Dari 553 umpan, mereka mencatat akurasi 90 persen, sedangkan Paraguay hanya membuat 175 operan dengan akurasi 57 persen. Prancis juga memperoleh 12 tendangan sudut, jauh mengungguli Paraguay yang hanya mendapat dua.

Baca juga :  Pulisic Menggila! Amerika Serikat Bungkam Senegal 3-2

Paraguay sebenarnya tampil penuh semangat sejak menit awal. Tim Amerika Selatan itu memilih bertahan rapat dan mengandalkan permainan fisik untuk memutus ritme serangan Prancis.

Strategi tersebut sempat membuat Mbappé dan kolega frustrasi. Sepanjang babak pertama, bola lebih banyak berputar di kaki para pemain Prancis tanpa mampu membongkar rapatnya pertahanan Paraguay.

Situasi diperparah oleh cuaca panas yang mencapai hampir 38 derajat Celsius, membuat tempo pertandingan berjalan lambat. Prancis mendominasi, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih.

Peluang emas pertama baru datang pada menit ke-55 ketika gelandang Manu Koné melepaskan tembakan jarak jauh yang masih mampu diamankan kiper Orlando Gill.

Melihat serangannya buntu, Didier Deschamps memasukkan Désiré Doué menggantikan Bradley Barcola pada menit ke-60.

Pergantian itu menjadi titik balik.

Doué langsung memberi warna berbeda. Berbekal kecepatan dan kemampuan menggiring bola, ia beberapa kali merepotkan pertahanan Paraguay.

Baca juga :  Real Betis vs Real Madrid: Mbappe Jadi Penentu di Laga Krusial

Empat menit setelah masuk lapangan, Doué menerobos ke kotak penalti dan dijatuhkan Diego Gómez. Awalnya wasit Ilgiz Tantashev tidak menganggap pelanggaran tersebut, tetapi VAR memanggilnya untuk meninjau ulang tayangan.

Setelah melihat monitor, wasit akhirnya menunjuk titik putih.

Mbappé maju sebagai eksekutor.

Dengan tenang, kapten Prancis itu mengecoh Orlando Gill dan mengirim bola ke sisi berlawanan untuk membawa Prancis unggul 1-0 pada menit ke-64.

Gol tersebut membuat Mbappé kembali menyamai catatan gol Lionel Messi dalam perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.

Paraguay mencoba membalas melalui permainan keras dan tekanan tinggi, tetapi peluang bersih hampir tidak pernah tercipta. Lini belakang Prancis tampil disiplin menjaga keunggulan.

Menjelang laga usai, Orlando Gill kembali menunjukkan kualitasnya dengan menggagalkan dua peluang emas Mbappé yang nyaris menggandakan keunggulan Prancis.

Walau hanya menang satu gol, statistik menunjukkan betapa dominannya Les Bleus sepanjang laga.

Selain unggul dalam tembakan, penguasaan bola, operan, dan sepak pojok, Prancis juga mampu menjaga kedisiplinan permainan. Mereka memang menerima tiga kartu kuning, sementara Paraguay menerima dua kartu kuning meski berkali-kali melakukan pelanggaran keras. Kedua tim sama-sama mencatat 11-12 pelanggaran, namun pertandingan tetap berlangsung tanpa kartu merah.

Baca juga :  Portugal vs Uzbekistan 5-0: Ronaldo Akhiri Paceklik Gol, Selecao Menggila di Piala Dunia 2026

Usai pertandingan, Mbappé menegaskan bahwa Prancis tidak hanya mampu memainkan sepak bola indah.

“Orang mengira kami datang memakai tuksedo dan hanya ingin bermain cantik. Kalau harus bermain keras demi menang, kami juga bisa melakukannya,” kata Mbappé.

Kemenangan ini mengantar Prancis ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Maroko. Dengan performa yang semakin matang dan efisien, Les Bleus kembali mengirim pesan kepada para pesaing bahwa mereka tetap menjadi salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026.

Kemenangan ini sekaligus menegaskan status Prancis sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Kombinasi pengalaman para pemain senior dan keberanian talenta muda membuat Les Bleus tampil semakin matang. Jika mampu menjaga konsistensi, langkah mereka menuju perempat final bahkan lebih jauh terbuka lebar.