Christian Pulisic Akhiri Paceklik Gol, Timnas AS Mulai Kirim Sinyal Bahaya

DIKSIMERDEKA.COM CHARLOTTE — Christian Pulisic akhirnya menjawab keraguan. Setelah hampir enam bulan mandul, bintang AC Milan itu tampil menggila dan membawa Amerika Serikat menundukkan Senegal 3-2 dalam laga uji coba menuju Piala Dunia 2026.

Dilansir dari ESPN, kemenangan ini menjadi kabar segar bagi publik sepak bola Negeri Paman Sam. Sebab, dalam beberapa bulan terakhir, performa Amerika Serikat terus menjadi sasaran kritik setelah kalah dari Portugal dan Belgia.

Kini, Christian Pulisic kembali menunjukkan mengapa dirinya masih menjadi pemain paling berpengaruh dalam skuad asuhan Mauricio Pochettino.

Di hadapan 57.741 penonton di Charlotte, Amerika Serikat tampil agresif sejak menit awal. Hasilnya langsung terlihat ketika Sergiño Dest membuka keunggulan hanya tujuh menit setelah kick-off.

Namun sorotan utama tetap mengarah kepada Christian Pulisic.

Pulisic Bangkit, Kritik Langsung Bungkam

Gol pertama Amerika Serikat lahir dari kerja sama apik yang melibatkan 10 operan beruntun.

Pulisic bergerak menusuk ke kotak penalti sebelum mengirim umpan matang yang diselesaikan Dest menjadi gol pembuka.

Tak lama kemudian, pemain berusia 27 tahun itu mencatatkan namanya di papan skor.

Baca juga :  Italia Tersingkir Lagi! Kalah Adu Penalti, Gattuso Minta Maaf Gagal ke Piala Dunia

Ricardo Pepi mengirim umpan terobosan akurat. Pulisic menerima bola dengan sentuhan pertama yang cerdas, mengecoh kiper Senegal Mory Diaw, lalu melepaskan tembakan kaki kanan yang membawa Amerika Serikat unggul 2-0.

Gol tersebut terasa sangat spesial.

Pasalnya, itu menjadi gol pertama Christian Pulisic setelah hampir enam bulan paceklik di level internasional.

Selain itu, assist yang ia ciptakan juga menjadi kontribusi gol pertamanya sejak September 2025.

Pochettino Masih Punya Pekerjaan Rumah

Meski menang, Mauricio Pochettino belum bisa sepenuhnya tersenyum.

Pasalnya, dua gol Senegal kembali memperlihatkan masalah klasik Amerika Serikat, yakni rapuhnya lini belakang.

Bintang Senegal, Sadio Mané, mencetak dua gol yang semuanya berawal dari kesalahan pemain belakang Amerika Serikat.

Gol pertama lahir setelah kesalahan Antonee Robinson. Sementara gol kedua muncul akibat umpan buruk Miles Robinson.

Masalah tersebut menjadi alarm serius karena kesalahan serupa juga terjadi saat Amerika Serikat kalah dari Portugal dan Belgia pada jeda internasional Maret lalu.

Karena itu, meskipun Christian Pulisic tampil luar biasa, sektor pertahanan tetap menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi Pochettino menjelang Piala Dunia.

Balogun Jadi Penentu Kemenangan

Saat Senegal berhasil menyamakan skor menjadi 2-2, tekanan mulai meningkat.

Baca juga :  Italia Tolak Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Menteri Olahraga: Tak Pantas!

Namun Amerika Serikat mampu merespons dengan cepat.

Weston McKennie memenangkan duel penting di area serangan sebelum mengalirkan bola kepada Timothy Weah di sisi sayap.

Weah lalu mengirim umpan keras ke depan gawang.

Bola sempat mengenai pemain Senegal, tetapi tetap mengarah kepada Folarin Balogun.

Tanpa kesulitan berarti, Balogun menyambar bola dan mencetak gol kemenangan Amerika Serikat pada menit ke-62.

Gol tersebut memastikan kemenangan 3-2 sekaligus menjaga rekor tak terkalahkan Amerika Serikat dalam laga perpisahan menuju Piala Dunia.

Kemenangan Penting Jelang Piala Dunia

Bagi Amerika Serikat, hasil ini jauh lebih penting daripada sekadar kemenangan uji coba.

Tim asuhan Pochettino membutuhkan suntikan kepercayaan diri setelah serangkaian hasil yang mengecewakan.

Selain itu, performa impresif Christian Pulisic menjadi kabar terbaik yang bisa diterima pendukung Amerika Serikat.

Sebab, ketika sang kapten berada dalam performa terbaiknya, peluang Amerika Serikat tampil kompetitif di Piala Dunia 2026 akan meningkat drastis.

Meski masih menyisakan banyak pekerjaan rumah, kemenangan atas Senegal setidaknya menunjukkan bahwa Amerika Serikat mulai menemukan ritme terbaiknya di saat yang tepat.

Baca juga :  Kongres FIFA Memanas: Ketua PSSI Palestina Tolak Salaman Israel, Upaya Damai Presiden FIFA Dicuekin!”

Pulisic Jadi Harapan Amerika Serikat di Piala Dunia 2026

Keberhasilan Christian Pulisic mengakhiri paceklik gol menjadi kabar penting bagi Amerika Serikat. Sebab, sang kapten masih menjadi tumpuan utama lini serang tim asuhan Mauricio Pochettino.

Selain mencetak gol, Pulisic juga menunjukkan kreativitas dan visi bermain yang membuat serangan Amerika Serikat lebih hidup. Karena itu, performanya akan sangat menentukan peluang tim tuan rumah saat tampil di Piala Dunia 2026.

Jika mampu menjaga konsistensi hingga turnamen dimulai, Christian Pulisic berpotensi menjadi salah satu pemain kunci yang dapat membawa Amerika Serikat melangkah jauh di hadapan pendukungnya sendiri.

Ujian Terakhir Melawan Jerman

Meski sukses mengalahkan Senegal, Amerika Serikat masih memiliki satu laga uji coba lagi sebelum Piala Dunia 2026 dimulai. Tim asuhan Mauricio Pochettino dijadwalkan menghadapi Jerman di Chicago pada 6 Juni.

Pertandingan tersebut diperkirakan menjadi ujian yang lebih berat. Selain memiliki kualitas individu yang lebih tinggi, Jerman juga dikenal mampu menekan lawan dengan intensitas tinggi. Karena itu, laga tersebut akan menjadi kesempatan terakhir bagi Pochettino untuk menyempurnakan komposisi tim dan memperbaiki kelemahan di sektor pertahanan.