DIKSIMERDEKA.COM SANTA CLARA– Tim Nasional Amerika Serikat akhirnya memutus penantian panjang di Piala Dunia di laga AS vs Bosnia. Bermain di hadapan pendukung sendiri, AS menaklukkan Bosnia-Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar sekaligus mengakhiri paceklik kemenangan di fase gugur yang berlangsung sejak Piala Dunia 2002.

Namun kemenangan itu dibayar mahal. Penyerang andalan Folarin Balogun, yang mencetak gol pembuka, harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah kontroversial pada babak kedua. Hukuman tersebut membuatnya terancam absen saat Amerika Serikat menghadapi Belgia di babak 16 besar.

Meski unggul tipis, statistik menunjukkan laga berlangsung cukup seimbang. Bosnia bahkan sedikit lebih dominan dalam penguasaan bola dengan 52 persen, sementara Amerika Serikat menguasai 48 persen bola.

Bosnia juga lebih agresif dalam membangun serangan. Mereka melepaskan 11 tembakan, lebih banyak dibanding sembilan percobaan milik Amerika Serikat. Dari jumlah tersebut, Bosnia mencatat empat tembakan tepat sasaran, sedangkan USMNT hanya menghasilkan dua shot on target.

Dalam distribusi bola, Bosnia kembali unggul dengan mencatat 430 operan dan akurasi 85 persen. Amerika Serikat membukukan 399 operan dengan tingkat keberhasilan yang sedikit lebih baik, yakni 87 persen, menunjukkan efektivitas permainan mereka meski tidak mendominasi penguasaan bola.

Baca juga :  Amerika Serikat Resmi Perpanjang Fasilitas GSP untuk Indonesia

Amerika justru tampil lebih disiplin. Pasukan Mauricio Pochettino hanya melakukan tujuh pelanggaran, sedangkan Bosnia mencatat 13 pelanggaran dan menerima satu kartu kuning. Ironisnya, satu-satunya kartu merah dalam pertandingan justru diterima Amerika Serikat setelah Balogun dianggap melakukan pelanggaran serius terhadap Tarik Muharemovic usai tinjauan VAR.

Gol pembuka lahir tepat menjelang turun minum. Berawal dari keberhasilan Tim Ream merebut bola di lini tengah, Tyler Adams mengalirkan umpan cerdik kepada Malik Tillman. Bola sempat mengenai pemain Bosnia sebelum mengarah ke Balogun yang dengan tenang menceploskannya ke gawang untuk membawa AS unggul 1-0.

Gol tersebut menjadi gol ketiga Balogun di Piala Dunia 2026. Namun malam indahnya berubah menjadi mimpi buruk pada menit ke-63.

Dalam perebutan bola dengan Tarik Muharemovic, wasit Raphael Claus dipanggil VAR untuk meninjau tayangan ulang. Setelah melihat monitor, Claus memutuskan Balogun menginjak kaki lawannya dan langsung mengeluarkan kartu merah.

Baca juga :  Teheran: Perjanjian Damai Bisa Diteken, Asal Aset Iran Rp434,3 Triliun Dicairkan

Balogun tampak tidak percaya dengan keputusan tersebut. Ia meninggalkan lapangan sambil mendapat pelukan dari Christian Pulisic dan Timothy Weah.

Amerika Serikat dipastikan akan mengajukan banding karena hukuman kartu merah di Piala Dunia umumnya berujung larangan bermain satu pertandingan.

Meski bermain dengan 10 pemain, AS tidak kehilangan kendali. Mereka justru mampu memastikan kemenangan lewat tendangan bebas indah Malik Tillman pada menit ke-82 yang gagal dijangkau kiper Bosnia.

Gol tersebut memastikan kemenangan 2-0 sekaligus menjadi kemenangan kedua Amerika Serikat sepanjang sejarah babak gugur Piala Dunia, serta yang pertama sejak menyingkirkan Meksiko pada edisi 2002.

Kemenangan ini juga mengakhiri rentetan 10 kekalahan beruntun Amerika Serikat saat menghadapi tim-tim asal Eropa di ajang resmi.

Selanjutnya, USMNT akan menghadapi Belgia pada babak 16 besar. Duel tersebut menjadi kesempatan bagi Amerika membalas kekalahan menyakitkan dari Red Devils pada Piala Dunia 2014.

Baca juga :  Trump Tunda Serangan ke Iran, Timur Tengah Deg-Degan Lagi!

Meski statistik memperlihatkan Bosnia lebih unggul dalam penguasaan bola dan jumlah peluang, efektivitas penyelesaian akhir serta ketangguhan bertahan dengan 10 pemain menjadi pembeda yang membawa Amerika Serikat melangkah ke fase berikutnya.

Kemenangan atas Bosnia-Herzegovina menjadi suntikan moral besar bagi Amerika Serikat menjelang duel menghadapi Belgia di babak 16 besar. Meski kehilangan Folarin Balogun akibat kartu merah, USMNT tetap memiliki modal kepercayaan diri setelah menunjukkan efektivitas dalam memanfaatkan peluang. Performa Malik Tillman, Tyler Adams, hingga Tim Ream juga menjadi sinyal positif bahwa Amerika Serikat memiliki kedalaman skuad yang mampu bersaing dengan tim-tim unggulan Eropa. Jika mampu mempertahankan disiplin permainan dan efektivitas penyelesaian akhir, peluang USMNT untuk kembali menciptakan kejutan di Piala Dunia 2026 masih terbuka lebar.

Hasil ini sekaligus membuktikan Amerika Serikat mampu tampil efektif meski kalah dalam penguasaan bola. Mental bertanding yang kuat dan penyelesaian akhir yang tajam menjadi modal penting USMNT untuk menghadapi tantangan yang lebih berat pada babak 16 besar.