Trump Tunda Serangan ke Iran, Timur Tengah Deg-Degan Lagi!
DIKSIMERDEKA.COM- WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim serangan militer baru terhadap Iran ditunda setelah Tehran mengajukan proposal baru untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Dilansir dari The Guardian, Trump mengatakan rencana serangan AS yang semula dijadwalkan berlangsung besok dihentikan sementara karena negosiasi serius sedang berlangsung.
“Kami tidak akan melakukan serangan yang dijadwalkan terhadap Iran besok, tetapi militer tetap siap melancarkan serangan besar kapan saja,” tulis Trump.
Menurut Trump, pemimpin Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi meminta Washington menahan operasi militer demi memberi ruang bagi kesepakatan damai yang dianggap bisa diterima AS dan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Meski begitu, belum ada tanda-tanda terobosan besar dalam negosiasi yang selama ini berjalan alot.
Gencatan senjata memang menghentikan sebagian besar serangan udara AS-Israel dan balasan Iran setelah perang berlangsung enam minggu. Namun situasi tetap rapuh.
Trump bahkan sebelumnya menyebut gencatan senjata itu “sedang sekarat”. Media Israel juga melaporkan kemungkinan perang kembali pecah dalam waktu dekat.
Juru bicara militer luar negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan Pakistan telah menyampaikan proposal terbaru Iran kepada Amerika Serikat.
Beberapa pejabat kawasan menyebut Iran menawarkan sejumlah konsesi, termasuk penghentian jangka panjang program nuklir dan pemindahan uranium yang diperkaya ke Rusia.
Iran juga disebut siap membuka kembali Selat Hormuz secara bertahap.
Namun laporan dari Islamabad justru menyebut Washington dan Tehran terus mengubah posisi negosiasi sehingga waktu menuju kesepakatan semakin sempit.
Kantor berita semi resmi Tasnim bahkan mengklaim AS setuju melonggarkan sanksi ekspor minyak Iran selama proses negosiasi berlangsung.
Meski demikian, belum ada konfirmasi independen terkait klaim tersebut.
Di tengah pembicaraan damai, retorika keras kedua pihak tetap memanas.
Pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC mengancam akan memberlakukan izin terhadap kabel internet bawah laut yang melewati Selat Hormuz.
Pejabat Iran lainnya juga menyatakan jalur strategis itu tetap berada di bawah “pengelolaan Iran”, mengindikasikan kemungkinan pungutan terhadap kapal-kapal yang melintas.
Baghaei memperingatkan Iran siap menghadapi segala skenario.
“Yakinlah kami sepenuhnya tahu bagaimana merespons bahkan kesalahan terkecil dari pihak lawan,” katanya dalam konferensi pers televisi.
Trump sendiri mengaku ada perkembangan positif dalam pembicaraan.
“Ada peluang sangat bagus mereka bisa mencapai kesepakatan. Jika itu bisa dilakukan tanpa membombardir mereka habis-habisan, saya akan sangat senang,” kata Trump di Gedung Putih.
Meski serangan udara mulai mereda, Iran masih meluncurkan drone ke negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Salah satu serangan drone bahkan memicu kebakaran di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab.
Sementara itu, analis menilai konflik kini berada dalam kondisi buntu. Kedua pihak sama-sama berada di bawah tekanan besar untuk mengakhiri perang, tetapi belum siap memberikan kompromi besar yang dibutuhkan demi tercapainya perdamaian.

Tinggalkan Balasan