DIKSIMERDEKA.COM, BULELENG – Puluhan nelayan di Desa Giri Mas, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang membuat mereka tidak dapat melaut selama tiga hari terakhir.

Salah seorang nelayan, Kadek Sukrawan, mengatakan hingga kini nelayan belum memperoleh pasokan Pertalite untuk kebutuhan melaut.

Sukrawan pun sempat menanyakan kelangkaan tersebut pada pengelola SPBU, namun menurut pengelola mengklaim yang terjadi adalah pemangkasan kuota bukan kelangkaan.

“Saya sudah komunikasi dengan pengelola SPBU nya. Katanya bukan karena kelangkaan, tetapi kuotanya dipangkas,” ujar Sukrawan, Selasa (30/06/2026).

Sukrawan mengatakan akibat terbatasnya pasokan BBM, aktivitas melaut nelayan praktis terhenti.

Menurut Sukrawan, hampir seluruh nelayan di wilayahnya terdampak karena tidak memiliki bahan bakar untuk mengoperasikan perahu.

“Sudah tiga hari kami tidak bisa melaut. Dampaknya semua nelayan tidak bisa bekerja,” katanya.

Ia menjelaskan, setiap nelayan rata-rata membutuhkan sekitar 35 liter Pertalite untuk sekali melaut. Tanpa pasokan BBM, para nelayan kehilangan mata pencaharian.

Sukrawan mengatakan kondisi tersebut juga berdampak terhadap penghasilan keluarga nelayan yang selama ini bergantung pada hasil tangkapan laut.

Karena itu, para nelayan berharap pemerintah bersama PT Pertamina segera mengatasi persoalan distribusi BBM agar aktivitas melaut dapat kembali normal.

“Kami berharap Pertalite segera tersedia lagi supaya bisa kembali melaut,” ujarnya.

Reporter: Agus Pebriana