DIKSIMERDEKA.COM DENPASAR– Sedang menikmati liburan di Pantai Kuta, Sanur, Nusa Dua, atau destinasi wisata lain di Bali? Jangan hanya mengandalkan serum vitamin C sebelum beraktivitas di bawah terik matahari. Peneliti mengungkap serum vitamin C memang dapat menambah perlindungan kulit dari dampak paparan sinar ultraviolet (UV), tetapi tetap harus digunakan bersama sunscreen agar perlindungannya optimal.

Serum vitamin C kerap disebut mampu memberikan perlindungan tambahan terhadap dampak buruk sinar matahari. Namun, para ahli menegaskan bahwa manfaat tersebut tidak berarti vitamin C dapat menggantikan fungsi tabir surya (sunscreen).

Profesor Dermatologi dari University of Nottingham, Rosalind Simpson, menjelaskan bahwa tabir surya tetap menjadi perlindungan utama terhadap paparan sinar ultraviolet. Sunscreen bekerja menyaring sinar UVB yang dapat menyebabkan kulit terbakar dan meningkatkan risiko kanker kulit, sekaligus melindungi dari sinar UVA yang memicu penuaan dini.

Menurut Simpson, vitamin C tidak memiliki kemampuan memblokir kedua jenis sinar ultraviolet tersebut. Meski demikian, antioksidan ini dapat membantu kulit melawan dampak buruk paparan sinar matahari melalui mekanisme yang berbeda. dilansir Media Inggris The Guardian

Baca juga :  Bandara Ngurah Rai Diserbu 306 Ribu Penumpang Terbang Jelang Nyepi & Lebaran 2026

Paparan sinar UVA diketahui memicu terbentuknya radikal bebas di dalam kulit. Molekul tidak stabil tersebut dapat merusak sel, mempercepat degradasi kolagen, dan mengurangi elastisitas kulit. Vitamin C diyakini mampu membantu menetralkan radikal bebas sehingga kerusakan kulit dapat diminimalkan.

Sejumlah penelitian menunjukkan manfaat tersebut lebih optimal ketika serum vitamin C digunakan bersamaan dengan tabir surya. Salah satunya adalah studi yang dipublikasikan pada 1996 yang meneliti kombinasi vitamin C, vitamin E, dan sunscreen dalam melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar ultraviolet.

Hasil penelitian menemukan bahwa vitamin C mampu meningkatkan perlindungan terhadap kerusakan kulit akibat sinar UVA jika digunakan bersama sunscreen. Sebaliknya, penggunaan vitamin C tanpa tabir surya tidak memberikan perlindungan yang memadai terhadap paparan sinar matahari.

Karena itu, para ahli menyarankan masyarakat tetap menggunakan tabir surya dengan perlindungan spektrum luas terhadap UVA dan UVB sebagai langkah utama menjaga kesehatan kulit.

Baca juga :  Prakiraan Cuaca Bali Selasa 5 Mei 2026: Cerah Berawan, Hujan Ringan Mengintai

Selain memakai sunscreen setiap hari, perlindungan kulit juga perlu dilengkapi dengan mengoleskan ulang tabir surya secara berkala, mengenakan pakaian pelindung, serta menghindari paparan sinar matahari langsung pada jam-jam ketika intensitas ultraviolet berada pada tingkat tertinggi. Dengan cara tersebut, manfaat serum vitamin C dapat menjadi pelengkap dalam menjaga kesehatan kulit, bukan sebagai pengganti tabir surya.

Selain menggunakan serum vitamin C, para ahli juga menyarankan masyarakat menerapkan perlindungan kulit secara menyeluruh ketika beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan topi bertepi lebar, kacamata hitam yang mampu menyaring sinar ultraviolet, serta pakaian berlengan panjang dapat membantu mengurangi paparan sinar matahari secara langsung. Langkah-langkah tersebut menjadi penting, terutama bagi wisatawan yang menghabiskan waktu berjam-jam di pantai atau melakukan aktivitas luar ruangan.

Peneliti juga mengingatkan bahwa sunscreen perlu dioleskan sekitar 15 hingga 30 menit sebelum terpapar sinar matahari dan diulang setiap dua jam, terutama setelah berenang atau berkeringat. Kebiasaan ini akan memberikan perlindungan yang lebih optimal dibanding hanya mengandalkan produk perawatan kulit.

Baca juga :  Bandara Ngurah Rai Diserbu 306 Ribu Penumpang Terbang Jelang Nyepi & Lebaran 2026

Serum vitamin C tetap memiliki manfaat penting dalam rutinitas perawatan kulit karena berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melawan radikal bebas. Selain itu, kandungan ini juga dikenal dapat membantu mencerahkan kulit, meratakan warna kulit, serta mendukung pembentukan kolagen yang berperan menjaga elastisitas kulit. Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal jika dipadukan dengan penggunaan sunscreen dan pola hidup sehat yang melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet secara berlebihan.

Dengan mengombinasikan serum vitamin C, sunscreen, dan kebiasaan menghindari paparan sinar matahari pada jam-jam dengan intensitas UV tertinggi, risiko kerusakan kulit dapat ditekan. Para ahli menegaskan bahwa tidak ada satu produk yang mampu memberikan perlindungan sempurna, sehingga pendekatan perlindungan berlapis tetap menjadi cara terbaik menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Peneliti juga mengingatkan bahwa menjaga kesehatan kulit tidak hanya bergantung pada serum vitamin C, tetapi juga pola hidup sehat, asupan nutrisi seimbang, serta penggunaan sunscreen secara rutin setiap hari.