DIKSIMERDEKA.COM DALLAS-Siapa lagi kalau bukan Lionel Messi. Kapten Timnas Argentina itu kembali mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola dunia setelah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia.

Rekor tersebut tercipta saat Argentina mengalahkan Austria 2-0 dalam laga Grup J Piala Dunia 2026 di Dallas, Amerika Serikat, Senin (22/6) waktu setempat.Kemenangan atas Austria juga memperbesar peluang Argentina melangkah jauh di turnamen dan mempertahankan status sebagai kandidat juara.

Gol pertama Messi pada akhir babak pertama menjadi gol ke-17-nya di ajang Piala Dunia, sekaligus membuatnya berdiri sendirian sebagai pemegang rekor gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen empat tahunan tersebut.

Tak berhenti di situ, pemain yang akan berusia 39 tahun pada Rabu mendatang itu kembali mencetak gol pada masa injury time untuk memastikan kemenangan Albiceleste sekaligus menggenapkan koleksi golnya menjadi 18.

Messi kembali menunjukkan mengapa dirinya dianggap sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Ketajaman, kecerdasan membaca permainan, dan insting mencetak golnya tetap terjaga meski telah lebih dari dua dekade berkarier di level tertinggi.

Baca juga :  Prediksi Belanda vs Jepang: Samurai Biru Siap Kejutkan Oranje

Gol keduanya lahir setelah memanfaatkan bola liar hasil tembakan yang sempat diblok. Saat pemain lain berhenti sejenak, Messi justru terus bergerak dan melepaskan tendangan keras mendatar yang tak mampu dihentikan kiper Austria, Alexander Schlager.

Sebelumnya, Messi membuka keunggulan Argentina lewat penyelesaian khas kaki kirinya. Berawal dari umpan tarik Facundo Medina yang dibiarkan lewat oleh Thiago Almada, Messi langsung menyambar bola dengan satu sentuhan untuk menaklukkan Schlager.

Selebrasi kepalan tangan yang dilakukannya menunjukkan bahwa sang megabintang menyadari betapa pentingnya gol bersejarah tersebut.

Momen itu semakin spesial karena terjadi tepat 40 tahun setelah Diego Maradona mencetak gol legendaris ke gawang Inggris pada Piala Dunia 1986. Dallas juga memiliki makna tersendiri dalam sejarah sepak bola Argentina karena menjadi kota tempat Maradona mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 1994 akibat kasus doping.

Meski tampil gemilang, Messi sempat mengalami momen kurang beruntung. Ia gagal mengeksekusi penalti pada awal pertandingan setelah tendangannya melebar dari gawang Austria.

Baca juga :  Jerman vs Pantai Gading: Dua Gol Undav Antar Die Mannschaft ke 32 Besar

Penalti diberikan setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR) menunjukkan Stefan Posch menjatuhkan Lautaro Martinez di kotak terlarang.

Kegagalan tersebut justru menambah catatan unik dalam karier Messi. Ia kini tercatat sebagai pemain dengan kegagalan penalti terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, yakni tiga kali.

Namun kegagalan itu tak memengaruhi performanya. Messi segera bangkit dan terus menjadi ancaman bagi pertahanan Austria.

Pelatih Austria Ralf Rangnick sempat memprotes proses terciptanya gol pertama Argentina. Ia menilai tekel keras Alexis Mac Allister terhadap Xaver Schlager dalam proses serangan seharusnya ditinjau ulang oleh VAR.

Meski demikian, protes tersebut tidak mengubah keputusan wasit.

Austria sebenarnya beberapa kali mencoba menyamakan kedudukan. Emiliano Martinez tampil solid di bawah mistar Argentina dengan menggagalkan tendangan bebas Marcel Sabitzer. Sementara peluang Patrick Wimmer masih melebar tipis dari sasaran.

Di sisi lain, Argentina juga tidak terlalu banyak menciptakan peluang berbahaya pada babak kedua. Namun pengalaman dan kualitas Messi kembali menjadi pembeda.

Baca juga :  Inggris vs Kroasia Piala Dunia 2026: Misi Balas Dendam Kane

Kemenangan ini membuat Argentina kokoh di puncak klasemen Grup J sekaligus mempertegas status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.

Bagi Messi, malam bersejarah di Dallas itu menjadi bukti bahwa usia hanyalah angka. Di usia yang hampir menginjak 39 tahun, sang legenda masih terus menulis sejarah dan memecahkan rekor demi rekor di panggung terbesar sepak bola dunia.

Rekor terbaru ini semakin mempertegas status Lionel Messi sebagai salah satu pesepak bola terbesar sepanjang masa. Sepanjang kariernya, pemain berjuluk La Pulga tersebut telah mengoleksi berbagai gelar bergengsi, mulai dari Piala Dunia, Copa America, Liga Champions hingga Ballon d’Or. Meski usianya hampir menginjak 39 tahun, Messi masih menjadi sosok sentral dalam permainan Argentina. Penampilannya melawan Austria menunjukkan bahwa kualitas, visi bermain, dan insting mencetak golnya tetap berada di level tertinggi. Kehadirannya juga menjadi modal penting bagi Argentina dalam upaya mempertahankan performa impresif mereka di Piala Dunia 2026.